Malaysia Bebas Biaya Lintas Selat Hormuz, Mengapa?

Rabu, 1 April 2026 – 06:30 WIB

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran semakin memanas. Ini terjadi setelah Iran memutuskan untuk memberlakukan tarif bagi semua kapal yang lewat di Selat Hormuz, jalur pelayaran global yang sangat strategis. Keputusan Parlemen Iran itu juga melarang kapal-kapal yang terkait dengan AS, Israel, dan sekutu mereka. Langkah ini menandakan perubahan besar dalam pengendalian jalur laut dan menjadi tantangan langsung bagi kekuatan Barat.

Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati selat sempit ini. Jadi, kebijakan baru ini berpotensi berdampak langsung pada pasar energi global, biaya pengiriman, dan hubungan diplomatik internasional.

Namun yang menarik, negara tetangga Malaysia dapat keistimewaan dari Iran. Disebutkan bahwa kapal-kapal Malaysia tidak akan dikenakan tarif saat melewati Selat Hormuz. Iran juga sudah menjamin keamanan untuk kapal-kapal Malaysia yang melintas. Hal ini diungkap oleh Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke, pada Selasa 31 Maret 2026.

Dalam konferensi pers hari ini, Loke mengatakan informasi itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim dalam pertemuan Dewan Aksi Ekonomi Nasional di Putrajaya.

"Duta Besar Iran sudah memastikan tidak ada tarif untuk kapal Malaysia, karena kita adalah pihak yang bersahabat. Hubungan diplomatik kita dengan pemerintah Iran juga sangat baik," ujarnya dalam konferensi pers di sebuah acara sekolah, seperti dikutip dari Malay Mail, Rabu 1 April 2026.

Loke menambahkan bahwa masalah ini sudah dilaporkan ke Majelis Tindakan Ekonomi Nasional. Ia mengatakan, meskipun beberapa kapal Malaysia saat ini sedang berlabuh menunggu giliran untuk melintasi jalur strategis ini, situasinya tetap terkendali.

Pada hari Sabtu, media The Star melaporkan bahwa tujuh kapal Malaysia yang tertahan di Selat Hormuz diperkirakan akan segera melanjutkan perjalanan setelah upaya diplomasi Malaysia dengan Iran. Menteri Luar Negeri, Datuk Seri Mohamad Hasan, mengatakan bahwa Tehran telah menyetujui kapal-kapal tersebut untuk melewati selat. Jendela waktu keberangkatannya kemungkinan akan dibuka dalam waktu dekat.

MEMBACA  Mengapa Saya Membeli Saham ServiceNow Sementara Orang Lain Panik akan Disrupsi AI

Tinggalkan komentar