Malaysia Angkat Bicara Soal Babak Baru Timnas Indonesia Pimpinan John Herdman

Selasa, 6 Januari 2026 – 00:50 WIB

VIVA – Penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia nandai dimulainya babak baru sepak bola nasional. Sosok yang pernah bawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022 itu datang dengan reputasi besar dan harapan tinggi. Namun dari negara tetangga, Malaysia, ada sorotan yang mengingatkan Indonesia agar tidak terjebak euphoria berlebihan.

Baca Juga:
Terpopuler: Man City Mulai Rapuh, Real Madrid Tak Diperkuat Mbappe

PSSI secara resmi menunjuk Herdman untuk gantikan Patrick Kluivert dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan dua tahun. Proses penunjukan kali ini disebut lebih terukur, dimana federasi lakukan wawancara langsung di Eropa serta susun rencana jangka menengah hingga panjang buat tim nasional.

Rekam jejak Herdman memang sulit diabaikan. Keberhasilannya mengantarkan Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 bikin dia jadi salah satu pelatih paling diperhitungkan yang pernah tangani Timnas Indonesia. Gak heran kalau publik langsung kaitkan kedatangannya dengan mimpi besar Garuda untuk tembus panggung dunia.

Baca Juga:
RI Jadi Favorit Turis Malaysia, Kunjungan Wisman Naik Hampir 10 Persen pada November 2025

Tapi pakar sepak bola Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, nilai situasi Indonesia perlu dipahami dengan lebih realistis. Dia ingatkan bahwa penunjukan Herdman harusnya dilihat sebagai awal dari proses pembangunan ulang, bukan solusi instan buat semua masalah.

Menurut Raja Isa, seperti dikutip media Vietnam thethao247, kondisi sepak bola Indonesia saat ini mirip fase mulai lagi dari nol. Makanya, kesabaran jadi faktor kunci, baik buat federasi maupun suporter. Dia tekankan bahwa pelatih baru butuh waktu untuk kenali karakter pemain, bangun sistem, dan tanamkan filosofi permainan.

MEMBACA  Jurnalis AI yang Mengambil Pekerjaan Lama Saya Baru Saja Dipecat

Baca Juga:
Curhat Ezra Walian ke Ajax soal Keputusan Pilih Bela Timnas Indonesia

pakar sepak bola Malaysia, Raja Isa

Raja Isa juga nilai hasil di fase awal gak bisa dijadikan tolok ukur satu-satunya. Dia ingatkan bahwa gak ada pelatih yang langsung raih kemenangan beruntun sejak hari pertama. Dalam sepak bola, proses selalu berjalan bareng dengan hasil naik-turun yang wajar.

Sorotan dari Malaysia itu juga singgung pola pikir publik Indonesia. Raja Isa lihat masih kuatnya tuntutan agar timnas selalu menang di tiap pertandingan, tanpa pertimbangkan konteks perubahan dan transisi. Menurutnya, mentalitas kayak gini justru berpotensi jadi tekanan tambahan buat pelatih dan pemain.

Halaman Selanjutnya

Selain suporter, PSSI dinilai pegang peran penting sebagai penyeimbang. Raja Isa tekankan bahwa federasi harus bisa jembatani harapan publik dengan realitas di lapangan, apalagi di tengah masih adanya kerinduan terhadap era Shin Tae-yong. Dia ingatkan bahwa pelatih dari Korea Selatan itu juga gak langsung sukses sejak awal menangani Timnas Indonesia.