Mahfud MD Ungkap Ciri Khas Prabowo dalam Menangani Isu Reshuffle: Serupa Pak Harto, Ditebak Justru Berbelok

Ringkasan Berita:

  • Mahfud MD bilang gaya kepemimpinan Presiden Prabowo mirip Soeharto, ga suka didikte media. Kalau langkahnya ditebak publik, dia malah sering berubah keputusan.
  • Posisi menteri adalah 100% hak prerogatif Presiden. Jadi, sosok yang dianggap "hebat" bisa dicopot, sementara yang "jenaka" bisa dipertahankan sesuai kemauan Presiden.
  • Prabowo dinilai lebih suka bertindak diam-diam tanpa kegaduhan, tapi sekarang mulai lebih terbuka dengar masukan dalam diskusi.

    WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Isu reshuffle kabinet di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto makin panas. Ini muncul setelah pernyataan dari adik kandung Presiden, Hashim Djojohadikusumo, soal pejabat yang mungkin dicopot karena menghambat ekonomi.

    Menanggapi spekulasi yang beredar, Mantan Menko Polhukam Mahfud MD kasih analisis mendalam.

    Dalam wawancara di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (17/2/2026), Mahfud ingatkan publik dan pengamat untuk ga usah “sok tau” tentang langkah Prabowo.

    Baca juga: Tim Reformasi Polri Pertimbangkan Kapolri Tak Lagi Dipilih DPR RI

    Menurut dia, Presiden Prabowo punya gaya kepemimpinan unik yang susah ditebak, bahkan mirip sama Presiden ke-2 RI, Soeharto.

    Anti-Prediksi: Ditebak A, Belok ke B

    Mahfud tegaskan kalo Prabowo tipe pemimpin yang ga suka didikte opini publik atau media.

    Dia sebut banyak pengamat sampe podcaster yang ngaku punya informasi “A1” (akurat) bahwa reshuffle bakal terjadi dalam seminggu, tapi akhirnya meleset.

    “Pak Prabowo itu Presiden yang unik. Dia tidak mau ditebak-tebak. Maka semua ramalan kacau. Kalau ditebak, dia belok, enggak jadi. Dia bikin yang lain,” kata Mahfud.

    Pakar Hukum Tata Negara ini samakan strategi itu dengan gaya Pak Harto.

    “Pak Prabowo pintarnya seperti Pak Harto dulu. Kata Pak Harto, ‘Saya enggak mau ditebak-tebak oleh pers’. Kalau ditebak begini, ujungnya malah belok ke sana,” tambahnya.

    Baca juga: Ketua Tim Reformasi Polri Protes Pembubaran Bedah Buku Reset Indonesia

    Mahfud sarankan agar publik tidak gembar-gembor kalo mau ada tindakan terhadap kelompok tertentu.

    “Kalau ingin sesuatu, jangan bilang Pak Prabowo besok akan menindak geng ini. Enggak ada. Malah dipanggil, lalu ditepuk-tepuk geng itu,” kelakarnya.

    Hak Prerogatif Mutlak: Mau Lawak atau Hebat, Terserah Presiden

    Jawab pertanyaan netizen soal kriteria pencopotan pejabat, Mahfud bedakan antara pejabat karir (kayak Dirjen) sama Menteri.

    Untuk Menteri, Mahfud tegaskan ga ada kriteria baku karena itu 100 persen hak prerogatif Presiden.

MEMBACA  Prabowo mengirim surat perdamaian dan dukungan kepada Paus Leo XIV.

Tinggalkan komentar