Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia Abdul Mu’ti mengajak para pelajar untuk berjalan kaki atau bersepeda jika rumah mereka dekat dengan sekolah. Ini untuk mendukung program efisiensi energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dia mencatat bahwa kebiasaan bersepeda yang banyak dilakukan saat pandemi COVID-19 adalah praktik positif yang layak dilanjutkan, terutama di tengah krisis minyak saat ini yang dipicu konflik di negara-negara Teluk Timur Tengah.
“Misalnya, jika siswa tinggal dekat sekolah dan jalannya aman serta nyaman, tidak ada salahnya berjalan kaki atau kembali ke kebiasaan bersepeda dari masa COVID. Itu sehat, menghemat energi, dan ramah lingkungan,” kata Mu’ti di sini, Senin.
Dia juga mendorong sekolah-sekolah untuk mempromosikan kegiatan daur ulang sampah bersama siswa agar sampah sekolah bisa diolah menjadi sumber energi ramah lingkungan.
Berita terkait: Indonesia pertimbangkan aturan WFH untuk kurangi pemakaian BBM saat harga minyak melonjak
Selain itu, dia meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan layanan transportasi umum di wilayahnya, sehingga siswa bisa menggunakan angkutan massal sebagai cara yang aman dan praktis untuk sampai ke sekolah.
Dia menjelaskan, banyak siswa saat ini menggunakan sepeda motor karena terbatasnya cakupan transportasi umum di lingkungan mereka.
“Saat ini, beberapa siswa lebih memilih sepeda motor daripada transportasi umum. Jika ada transportasi umum yang aman dan nyaman, siswa bisa menggunakannya untuk pergi ke sekolah. Ini menghemat energi dan mengurangi polusi, yang merupakan tantangan bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Kamis (19 Maret), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan para menteri untuk menargetkan penerapan efisiensi energi di sektor-sektor spesifik agar kebijakan tersebut efektif.
Dalam rapat terbatas, presiden telah menerima laporan dari beberapa menteri mengenai langkah-langkah untuk menjaga ketahanan energi nasional, terutama di tengah krisis minyak Timur Tengah.
“Presiden Prabowo membahas langkah strategis untuk rencana penghematan energi di berbagai sektor sebagai respons terhadap dinamika politik yang dapat mempengaruhi pasokan dan harga energi global,” kata Wijaya.
Berita terkait: Mengamankan pasokan energi Indonesia di tengah konflik AS-Iran
*Penerjemah: Hana, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026*