Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, kembali dijamu oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada Jumat malam waktu setempat. Pertemuan ini terjadi setelah kedua pemimpin menghadiri Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos, Swiss.
Prabowo tiba di Istana Elysee setelah malam hari dan disambut oleh upacara penuh kehormatan pengawal, diiringi band militer saat ia berjalan masuk ke halaman istana.
Saat inspeksi pasukan kehormatan, Prabowo membalas salam yang diberikan oleh pasukan Prancis yang berbaris rapi.
Beberapa saat kemudian, Presiden Macron, yang masih mengenakan kacamata aviator berlensa birunya, mendatangi Prabowo di pelataran istana.
Prabowo, yang mengenakan jas panjang hitam dan peci hitam khasnya, melepas sarung tangannya sebelum berjabat tangan dengan Macron.
Kedua pemimpin itu pun berjabat tangan. Setelahnya, Macron memeluk Prabowo, merangkulnya, dan mengantarkan tamunya masuk ke dalam Istana Elysee.
Suhu di Paris saat itu sekitar 6 derajat Celsius, meski angin malam membuatnya terasa seperti 2 derajat.
Tepat sebelum memasuki gedung, Prabowo melambaikan tangan kepada para fotografer istana di halaman. Kedua presiden berhenti sejenak untuk berfoto sambil berjabat tangan di pintu masuk, dengan Macron memberikan isyarat jempol.
“Terima kasih,” kata Macron kepada para fotografer dan videografer istana yang mengabadikan momen tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Sekretariat Presiden menyatakan bahwa Prabowo dan Macron kemudian menuju ke Salon des Portraits, di mana makan malam pribadi diselenggarakan di Istana Elysee.
Berita terkait: Prabowo melakukan perjalanan ke Paris untuk pembicaraan dengan Macron
“Selama makan malam pribadi, Presiden Macron menjamu Presiden Prabowo dalam suasana yang hangat dan bersahabat. Percakapan berlangsung santai tetapi bermakna. Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang memperkuat komunikasi pribadi dan membuka peluang untuk memperdalam kerja sama Indonesia–Prancis di berbagai sektor strategis,” ujar Sekretariat Presiden Indonesia.
“Makan malam di Istana Elysee ini bukan hanya bagian dari agenda diplomatik, tetapi juga simbol kepercayaan, kedekatan, dan komitmen bersama untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Prancis serta memperluas kemitraan strategis yang saling menguntungkan di masa depan,” tambah pernyataan tersebut.
Makan malam pada Jumat malam itu bukanlah kali pertamanya Macron menjamu Prabowo di Istana Elysee.
Sebelumnya, Prabowo pernah diterima di sana pada 14 Juli 2025, dan lebih awal lagi pada 24 Juli 2024, ketika ia masih menjadi presiden-terpilih Indonesia.
Presiden Indonesia itu juga pernah menjamu Presiden Macron dan istrinya, Brigitte, di Istana Merdeka, Jakarta, pada 28 Mei 2025.
Kunjungan itu sangat bermakna, karena Indonesia dan Prancis menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik mereka pada tahun tersebut.
Selama kunjungannya ke Indonesia, Macron menganugerahkan penghargaan tertinggi Prancis, Grand Cross of the Legion of Honour, kepada Presiden Prabowo di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada 29 Mei 2025.
Berita terkait: Prabowo memberikan standing ovation saat Macron menegaskan pengakuan terhadap Palestina
Penerjemah: Genta Tenri, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026