Jumat, 9 Januari 2026 – 01:09 WIB
Jakarta, VIVA – Kalau kamu ingin membuat latar untuk sekolah mata-mata atau agen intelijen, Sciences Po Saint-Germain di pinggiran Paris, Prancis, mungkin sangat cocok.
Baca Juga:
Intelijen China Buru Mata-mata Jepang Buntut Pencurian Informasi Rahasia
Dengan bangunan-bangunan dari awal abad ke-20 yang suram, bahkan terlihat muram, dikelilingi jalanan yang ramai dan membosankan serta gerbang logam besar yang mengintimidasi, tempat ini punya nuansa yang sangat tenang.
Yang bikin kampus ini spesial adalah ijazah uniknya, karena menggabungkan mahasiswa biasa yang umumnya berusia 20-an tahun dengan anggota aktif dinas intelijen Prancis, yang berumur 35 sampai 50 tahun.
Baca Juga:
Kepala BIN Pimpin AUSINDTL 2025: Tiga Kepala Intelijen Sepakati Penguatan Keamanan Kawasan
Kursus ini namanya Diplôme sur le Renseignement et les Menaces Globales, yang artinya Diploma Intelijen dan Ancaman Global.
Program ini dikembangkan oleh universitas tersebut bekerjasama dengan Académie du Renseignement, yaitu lembaga pelatihan dari dinas intelijen Prancis.
Baca Juga:
Pujian Prabowo ke PM Albanese: Intelijen Anda Sangat Bagus
Profesor Sciences Po Saint-Germain, Xavier Crettiez, mengaku bahwa dia tidak tahu nama asli dari banyak mahasiswa di kelasnya.
"Saya jarang tahu latar belakang agen intelijen waktu mereka dikirim untuk pelatihan, dan saya curiga nama-nama yang diberikan ke saya itu tidak asli," katanya, seperti dikutip dari situs BBC, Jumat, 9 Januari 2026.
Adanya kursus untuk para agen intelijen Prancis ini berawal dari permintaan pihak berwenang Prancis sekitar satu dekade lalu.
Setelah serangan teroris di Paris tahun 2015, pemerintah melakukan perekrutan besar-besaran di badan-badan intelijen Prancis.
Lembaga tersebut minta Sciences Po Saint-Germain, salah satu kampus ternama di Prancis, untuk buat kurikulum baru yang bertujuan melatih calon mata-mata baru, serta memberi pelatihan lanjutan bagi agen yang sudah ada.
Perusahaan-perusahaan besar Prancis juga cepat menunjukkan minat, baik untuk memasukkan staf keamanan mereka ke dalam kursus tersebut, maupun untuk merekrut banyak lulusan mudanya.
Diploma ini terdiri dari 120 jam pembelajaran di kelas dengan modul yang tersebar selama empat bulan. Untuk mahasiswa eksternal – para mata-mata dan mereka yang magang dari perusahaan – biayanya sebesar Rp97,6 juta (5 ribu Euro).
Tujuan utama kursus ini adalah untuk mengidentifikasi ancaman di mana pun mereka berada, serta cara melacak dan mengatasinya.
Halaman Selanjutnya
Topik-topik utama meliputi ekonomi kejahatan terorganisir, jihadisme Islam, pengumpulan intelijen bisnis, dan kekerasan politik.