Kamis, 19 Maret 2026 – 23:08 WIB
Jakarta, VIVA – Kehidupan di pulau terpencil sering dikaitkan dengan berbagai keterbatasan, termasuk akses listrik yang belum stabil. Namun, kondisi ini perlahan mulai berubah. Kehadiran sistem penyimpanan energi modern di beberapa pulau kecil di Indonesia memberi dampak nyata, tidak hanya untuk penerangan, tapi juga bagi gaya hidup penduduk setempat.
Di dua pulau terpencil, sistem kelistrikan berbasis energy storage system (ESS) berkapasitas besar telah mulai beroperasi. Tujuannya untuk menjamin pasokan listrik yang lebih stabil dan bisa diandalkan. Teknologi ini memungkinkan listrik tetap ada meski daerah tersebut tidak terhubung ke jaringan listrik utama. Scroll untuk baca lebih lanjut, yuk!
Perubahan ini langsung dirasakan dalam keseharian warga. Aktivitas yang dulu terbatas sekarang jadi lebih fleksibel. Warga bisa menjalankan usaha kecil di malam hari, anak-anak dapat belajar dengan cahaya yang cukup, sampai kegiatan sosial dan ibadah berlangsung lebih nyaman tanpa takut listrik padam.
Data Kementerian ESDM menunjukkan, meski rasio elektrifikasi Indonesia sudah lebih dari 99%, tantangan besar masih ada pada kualitas dan kestabilan listrik, khususnya di wilayah kepulauan. Dengan lebih dari 17.000 pulau, akses listrik 24 jam belum merata di berbagai daerah.
Kehadiran solusi energi seperti ini juga sesuai dengan tren gaya hidup berkelanjutan yang makin berkembang. Tidak cuma di kota besar, konsep energi bersih dan efisien mulai sampai ke wilayah terpencil. Ini membuka peluang bagi masyarakat untuk hidup lebih produktif dan ramah lingkungan.
Menurut perwakilan PT Dogo Teknologi Energi, Pamela Pan, sistem penyimpanan energi punya potensi besar untuk menjawab tantangan itu.
“Solusi penyimpanan energi yang terhubung dengan jaringan listrik menawarkan jalur pengembangan yang memadai dengan skala yang bisa diperluas untuk pulau terpencil, kawasan pertambangan, dan ‘pulau energi’. Ini sekaligus meningkatkan akses listrik secara keseluruhan dan memberi solusi nyata untuk mendukung pencapaian target energi nasional yang baru,” ujar Pamela Pan, dalam keterangannya, dikutip Kamis 19 Maret 2026.
Lebih dari sekadar infrastruktur, listrik yang stabil juga membuka peluang gaya hidup baru. Warga bisa mengakses informasi digital, menggunakan perangkat elektronik dengan lebih optimal, sampai mengembangkan potensi ekonomi lokal seperti usaha kuliner, kerajinan, atau pariwisata berbasis komunitas.
Halaman Selanjutnya
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk mendorong transisi energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan sistem penyimpanan energi di berbagai daerah.