Jakarta (ANTARA) – Libur Idul Fitri 2026 di Indonesia memicu lonjakan perjalanan wisata dan meningkatkan pengeluaran pariwisata, yang mendukung perekonomian nasional, menurut keterangan Kementerian Pariwisata pada Rabu.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengutip data kementerian perhubungan yang menunjukkan 147,55 juta orang melakukan perjalanan selama periode libur 13–29 Maret.
Dia menyebutkan sekitar 12 persen pelaku perjalanan, atau 17,27 juta orang, mengunjungi destinasi wisata, meningkat dari 6,3 persen pada 2025.
“Namun, ini masih perkiraan; data resmi akan diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” ujarnya dalam siaran pers.
Destinasi populer meliputi Malioboro di Yogyakarta, Ancol, Monumen Nasional (Monas), dan Kebun Binatang Ragunan di Jakarta.
Lokasi ramai lainnya adalah Kota Lama Semarang, Masjid Al Jabbar di Bandung, Pantai Pangandaran, Masjid Agung Demak, Danau Sarangan di Magetan, serta Taman Safari Indonesia di Bogor.
Pengeluaran pariwisata melonjak tajam menjadi sekitar Rp19,86 triliun (US$1,16 miliar) pada 2026 dari Rp11,04 triliun (US$648,6 juta) di tahun sebelumnya, kata Puspa.
Peningkatan ini mencerminkan pergeseran dari konsumsi rumah tangga ke pengeluaran berbasis pengalaman, khususnya di pariwisata, tambahnya.
Kementerian mencatat 6,66 juta pergerakan penumpang menuju 10 destinasi pariwisata prioritas, naik 13,74 persen dari periode Lebaran 2025.
Destinasi-destinasi ini mencakup Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Labuan Bajo, Morotai, Tanjung Kelayang, dan Bromo-Tengger-Semeru.
Pergerakan penumpang ke tiga destinasi regeneratif—Bali, Jakarta Raya, dan Kepulauan Riau—mencapai 6,1 juta, meningkat 24,63 persen dibandingkan tahun lalu.
Perkiraan pengeluaran di destinasi prioritas dan regeneratif melebihi Rp12,27 triliun, menyumbang sekitar 61,8 persen dari total belanja pariwisata nasional.
Puspa menyatakan pemerintah menerapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan pelayanan selama masa liburan.
Langkah-langkah tersebut termasuk menyiapkan paket perjalanan, mendorong tarif transportasi yang lebih rendah, memantau 173 objek wisata, dan menerbitkan panduan untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
Dia menambahkan bahwa koordinasi dengan para pemangku kepentingan membantu menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan jumlah pengunjung.
Berita terkait: Bali Zoo melihat kenaikan pengunjung 120 persen selama libur Lebaran
Berita terkait: Menteri menyerukan zero waste, zero accident di taman nasional
Penerjemah: Hreeloita Dharma, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026