Ledakan Paket Berisi Bom di Monako, 3 Terluka, Dua dalam Kondisi Kritis

Selasa, 30 Juni 2026 – 17:49 WIB

Monako – Pemerintah Monako menyatakan bahwa serangan bom baru-baru ini menggunakan alat yang disembunyikan di dalam sebuah paket atau parsel.

Koran Le Figaro pada Senin, 29 Juni, melaporkan dari sumber polisi bahwa tiga orang terluka dalam ledakan hebat itu, dan dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Kamera CCTV menunjukkan seorang pria meninggalkan ransel di pintu masuk gedung saat orang lain sedang masuk. Menteri Negara Monako, Christophe Mirmand, menyebut insiden ini sebagai serangan teroris. Ini adalah serangan teror pertama dalam sejarah negara itu.

“Ledakan besar terjadi di dekat Place des Moulins di Kepangeranan, dipicu oleh alat peledak yang disembunyikan di dalam paket,” tulis pemerintah setempat di akun X pada hari Senin.

Pemerintah Monako juga mengkonfirmasi bahwa tiga orang terluka dalam insiden tersebut, termasuk seorang anak-anak.

Stasiun radio Franceinfo melaporkan bahwa tersangka pelaku terekam kamera pengawas di Monako, dan kemudian terlihat di Komune Beausoleil, Prancis.

Tim penyidik sedang menganalisis rekaman dan memeriksa sisa bahan peledak, ransel, juga sampel DNA. Polisi Prancis juga sudah dikirim dari daerah Alpes-Maritimes untuk membantu. Meskipun begitu, Kejaksaan antiteror Perancis belum mengambil alih kasus ini, dan badan intel terusan DGSI masih memantau ketat.

Sebelumnya, BFMTV melaporkan, sumber penyelidikan menyebut, konglometran asal Ukraina Vadim Yermolayev, bersama istri juga anaknya, mungkin menjadi korban luka dalam insiden tersebut. Namun polisi Monako menolak konfirmasi soal kewarganegaraan para korban kepada kantor berita RIA Novosti.

MEMBACA  Trump menandatangani perintah menentang 'kesadaran' dalam pendidikan, termasuk salah satunya untuk memberantas upaya memastikan kesetaraan dalam hukuman sekolah

Tinggalkan komentar