Layanan Kesehatan Dituntut Bertransformasi Menghadapi Peningkatan Penyakit Kronis

Rabu, 22 April 2026 – 00:20 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah kesadaran masyarakat yang makin tinggi tentang pentingnya deteksi dini dan penanganan penyakit secara menyeluruh, fasilitas layanan kesehatan dituntut untuk terus beradaptasi. Bukan cuma dari sisi teknologi medis, tapi juga pendekatan yang lebih manusiawi dalam merawat pasien.

Hal ini jadi sorotan seiring banyaknya penyakit kronis seperti gangguan jantung, kanker, sampai masalah saraf yang butuh penanganan terpadu dan berkelanjutan. Selain itu, isu kesehatan keluarga—mulai dari ibu dan anak hingga kesehatan gigi—juga makin diperhatikan, terutama di daerah perkotaan yang mobilitasnya tinggi. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Pendekatan layanan yang nyaman dan tidak bikin tegang sekarang dinilai penting banget dalam proses penyembuhan pasien. Lingkungan rumah sakit yang terlalu kaku atau terlalu steril seringnya malah bikin cemas, baik bagi pasien maupun keluarganya. Makanya, tren layanan kesehatan sekarang mulai bergeser ke arah yang lebih ramah secara psikologis, tanpa mengurangi standar medis.

Sejalan dengan kebutuhan itu, Dharma Nugraha Hospital melakukan pembaruan layanan dan fasilitas untuk dukung pengalaman perawatan yang lebih nyaman. Rumah sakit yang udah berdiri sejak 1996 ini memperbarui berbagai aspek, mulai dari tampilan interior sampai sistem pelayanan, biar sesuai sama kebutuhan pasien masa kini.

Selain menghadirkan suasana yang lebih hangat, layanan medis yang tersedia juga mencakup berbagai spesialisasi terkait penyakit yang banyak dialami masyarakat, seperti penyakit dalam, jantung, saraf, hingga bedah onkologi. Ketersediaan fasilitas seperti IGD 24 jam, laboratorium, dan radiologi jadi bagian penting untuk dukung diagnosis yang cepat dan akurat—faktor krusial dalam menangani penyakit serius.

Nggak cuma itu, tren layanan kesehatan berbasis fleksibilitas juga mulai berkembang. Layanan seperti pemeriksaan kesehatan di rumah atau lokasi tertentu sekarang jadi alternatif bagi masyarakat yang punya keterbatasan waktu atau mobilitas, sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan diagnosis.

MEMBACA  Lima Satuan Kerja TNI Raih Penetapan Wilayah Bebas Korupsi dari Kemenpan RB

Dalam proses pengembangan sistem layanan, rumah sakit ini juga menggandeng Medivara Healthcare Consulting untuk memperkuat tata kelola dan kualitas pelayanan secara menyeluruh.

Direktur sekaligus pemilik rumah sakit, Sekar Dewi Dinawati Tjindarbumi, Sp.THT-KL, menekankan bahwa perubahan yang dilakukan nggak cuma fokus pada aspek fisik aja, tapi juga pada pengalaman pasien.

“Transformasi ini bukan hanya tentang memperbarui fasilitas, tetapi tentang menghadirkan kembali esensi pelayanan yang lebih manusiawi. Kami ingin setiap pasien merasa ditangani dengan penuh perhatian, nyaman, dan percaya bahwa mereka berada di tempat yang tepat,” ujar Sekar dalam keterangannya, dikutip Rabu 22 April 2026.

Tinggalkan komentar