Laras Faizati Akan Berziarah ke Makam Sang Ayah Usai Bebas

WARTAKOTALIVE.COM, DUREN SAWIT – Laras Faizati Khairunnisa akhirnya bisa menghirup udara bebas. Ia sudah hampir enam bulan mendekam di Rutan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, dan bebas pada Kamis (15/1/2026) malam lalu.

Perempuan 26 tahun itu rencananya akan menghabiskan waktu bersama keluaraga, teman, dan kerabat dekatnya.

“Iya, aku pulang ke rumah. Aku mau habiskan waktu sama keluarga, sama teman-teman, sama orang-orang tercinta yang kebebasannya diambil selama 5 bulan ini,” ujarnya tegas, Kamis malam. 

Hari ini, Laras berencana untuk ziarah ke makam ayah dan eyangnya. Tapi, dia tidak menjelaskan lokasi detail makam ayahnya.

Baca juga: Hakim Ketuk Palu, Tangis Keluarga Pecah Sambut Kebebasan Laras Faizati

“Intinya mau menghabiskan waktu dengan orang-orang tercinta yang selalu mendukung aku,” katanya singkat.

Sebelumnya, Laras Faizati Khairunnisa akhirnya dibebaskan dari Rutan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis (15/1/2026) malam.

Perempuan kelahiran 19 Januari 1999 itu keluar mengenakan kaos berwarna pink dan disambut haru oleh keluarganya yang sudah menunggu.

Di depan media, ia menyatakan rasa syukurnya karena diberikan kebebasan bersyarat dari Rutan Pondok Bambu.

Laras adalah salah satu tersangka yang ditangkap polisi karena diduga menghasut lewat media sosial saat demonstrasi pada Agustus 2025 lalu.

“Rasanya hari ini seperti mendapatkan kemerdekaan kembali sebagai rakyat Indonesia, sebagai pemuda, dan sebagai perempuan,” kata Laras setelah bebas.

Tangisan Haru Sang Bunda

Tangis haru mewarnai sidang vonis untuk tersangka kasus penghasutan saat demo di Jakarta akhir Agustus 2025, Laras Faizati. 

Majelis hakim memutuskan bahwa Laras Faizati tidak perlu menjalani hukuman penjara untuk kasus dugaan penghasutan itu.

Ibu Laras, yang sejak awal sidang terlihat tegang, langsung menunduk dan memeluk kerabat di sebelahnya.

MEMBACA  Pindad bertujuan untuk memproduksi 5.000 Maung SUV dalam 100 hari: pemerintah

Air matanya berderai, wajahnya memerah, dan bahunya bergetar menahan emosi yang akhirnya meluap juga.

Menurut pantauan Tribunnews di lokasi, sang ibu berkali-kali mengusap wajahnya, lalu menangis lebih keras saat nama Laras disebut dalam amar putusan hakim. 

Baca juga: Jelang Vonis, Laras Faizati Berharap Bebas dan Pulang Jelang Ulang Tahun

Tinggalkan komentar