Larangan Nikah di Bulan Suro: Begini Pandangan Islam

loading…

Buat sebagian orang Jawa, bulan Suro dianggap ataw masih dipercaya sebagai bulan yang sial buat ngadain hajatan nikah. Foto ilustrasi/ist

Larangan menikah di bulan Muharram buat sebagian orang terutama masyarakat di pulau Jawa itu sangat tabu, apalagi pas bulan Suro ataw hari Asyura (hari ke-10 bulan Muharram). Soalnya, Bulan Suro dianggap ataw masih dipercaya sebagai bulan yang buruk untuk ngadain acara pernikahan. Bener gak sih? Gimana Islam ngeliat hal ini?

Istilah Suro itu asalnya dari ‘Asyura (bahasa Arab) yang artinya kesepuluh (maksudnya tanggal 10 bulan Suro). Istilah ini lalu dijadikan bulan awal itungan di kalender Jawa. Orang Jawa nyebutnya Suro. Sementara di Islam, istilah Suro itu bulan Muharram, bulan pertama di Kalender Hijriyah.

Muharam adalah bulan yang udah dikenal lama sebelum Islam dan termasuk bulan haram yang dimuliakan Allah. Terus Khalifah Umar Bin Khattab bikin penanggalan Hijriyah (Islam) dimulai dari bulan Muharram.

Dalam satu kajiannya, Gus Muwafiq bilang, orang Jawa emang punya banyak larangan waktu bulan Suro. Mereka gak berani mantu, senang-senang, sampai pindah ruamh.

Baca juga: Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!

“Ini orang yang kadang salah paham. Orang Jawa ini paling takhayul. Orang yang paling percaya sama barang-barang yang bikin orang musyrik. Buktinya apa, masa’ pas bulan Asyura (Suro) ga berani menikah. Malah orang Jawa percaya kalo Nyi Roro Kidul mantu,” kata Gus Muwafiq dalam ceramahnya yang ditayangkan di Channel Ulama Nusantara lewat Youtube.

Gus Muwafiq bilang, emang ada peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Suro (Muharram). Muharram dianggap sebagai bulan duka karena tanggal 10 Asyuro, pasukan Yazid ngelakuin pembantaian ke cucu-cucu Rasulullah SAW.

MEMBACA  FAA Berusaha Menghentikan Pelacakan Pesawat Jet Pribadi Selebriti. Begini Caranya.

Semua umat Islam pun berduka gara-gara pembantaian sadis itu. Sejak itulah, orang islam di seluruh dunia, termasuk msyarakat Jawa, jadikan bulan Suro sebagai bulan duka ataw bulan bela sungkawa.

“Jadi gak ada kaitannya sama Nyi Roro Kidul yang daripada ngadainpesta pernikahan,” kata Gus Muwafiq.

Tinggalkan komentar