Laporan Tahunan AS Membedah Kendali Ketat China atas Tibet

Wilayah Otonomi Tibet jadi satu-satunya bagian dari China yang tutup total buat hampir semua warga negara asing, termasuk diplomat, jurnalis, peneliti, dan diaspora Tibet. Foto/Freedom House

JAKARTA – Wilayah Otonomi Tibet (TAR) masih jadi satu-satunya daerah di Republik Rakyat China (RRC) yang benar-benar tertutup bagi sebagian besar orang asing dari luar mainland China, termasuk diplomat, wartawan, peneliti, dan diaspora Tibet. Ini diungkap dalam laporan tahunan terbaru Biro Urusan Asia Timur dan Pasifik Departemen Luar Negeri AS ke Kongres.

Dikutip dari laporan berdasarkan Reciprocal Access to Tibet Act 2018 yang dirilis 24 April, Beijing masih nerapin aturan perjalanan yang sangat ketat ke Tibet lewat sistem izin tambahan di luar visa China biasa, dengan prosedur yang lebih rumit dari wilayah lainnya di negara itu.

Baca Juga: China Bakar Bendera Doa di Tibet, Tuduhan Represi Budaya Menguat

Laporan itu jg negasin kalo pembatasan di TAR masih paling keras dibanding tempat lain di China. Sementara akses ke wilayah Tibet di luar TAR, meski sedikit lebih longgar, tetep dibilang penuh hambatan, intimidasi, dan diawasi ketat.

“Wilayah Otonomi Tibet terus jadi satu-satunya area di RRC yang mewajibkan orang asing, termasuk diplomat dan pejabat asing, minta izin resmi sebelum berkunjung,” kata laporan itu, dikutip dari Tibetan Review, Rabu (29/4/2026).

Sejak 1989, turis internasional wajib punya surat konfirmasi resmi dari pemerintah TAR sebelum masuk ke daerah itu. Kebanyakan izin cuma bisa jadi lewat agen perjalanan resmi yang terdaftar di pemerintah China, dengan keharusan pake pemandu wisata dari negara.

Selain tu, otoritas China juga sering nutup akses ke Tibet selama waktu-waktu sensitif dari sisi politik, misalnya pas peringatan Pemberontakan Tibet 10 Maret 1959 dan ulang tahun Dalai Lama tepatnya 6 Juli.

MEMBACA  Tidak Ada Bukti Kecurangan, Tia Rahmania Mendapat Dukungan dari Warga Dapil Banten 1

Pembatasan Peliputan di Tibet

Departemen Luar Negeri AS juga nyebut kalo warga AS keturanan Tibet dihadapin sama pemeriksaan yang lebih keras dari pada warga AS kebanyakan. Permohonan visa atau izin perjalanan mereka sering diproses lewat United Front Work Department (UFWD. Mereka mesti ngelanturin syarat-syarat tambahan kayak wawancara langsung, surat kewarnegaraan, catatan sekolah, sampe surat sponsor keluarga yang ada di Tibet.

Malahan katanya setelah Izin dikasik, banyak shaja famlita Tibet yang musti hadepani rupa tayan dan difinder ti guna dialamat.Beberpa entitts Indo di terpa puak yang engga juga kesang dimach sampuyangan pengaosan Setta letika

Tinggalkan komentar