Minggu, 8 Maret 2026 – 13:42 WIB
Birmingham, VIVA – Perjalanan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, di turnamen bulu tangkis All England 2026 terhenti di babak semifinal. Meski gagal ke partai puncak, penampilan pasangan debutan ini tetap mencuri perhatian setelah mampu singkirkan sejumlah pasangan tangguh sepanjang turnamen bergengsi itu.
Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Sabtu 7 Maret 2026, Raymond/Joaquin harus akui keunggulan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Mereka kalah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 13-21 setelah bertarung selama 48 menit.
Meski gagal melangkah ke final, Raymond tetap bersyukur bisa melalui pertandingan dengan baik.
Pemain kelahiran Bandung itu ungkapkan bahwa mereka sebenarnya sempat berada dalam posisi menguntungkan di gim pertama. Tapi, kehilangan fokus pada poin-poin krusial membuat lawan bisa balikkan keadaan.
“Di gim pertama kami sudah unggul, tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan, yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir,” kata Raymond dikutip PBSI.
Sementara itu, Joaquin menilai laga semifinal berlangsung sangat terbuka. Menurutnya, peluang menang sebenarnya sama besar, tetapi pasangan Korea Selatan tampil lebih siap di lapangan.
“Dan hari ini, kami mengakui kekalahan kami. Mereka lebih siap hari ini,” tambah Joaquin.
Ia juga mengaku merasakan aura berbeda dari pasangan Kim/Seo bahkan sejak sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Hal itu menjadi pengalaman berharga bagi pasangan muda Indonesia tersebut.
“Kami bersyukur bisa melawan mereka. Dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Kami akan coba meniru seperti mereka supaya bisa lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Perjalanan Raymond/Joaquin di All England 2026 memang terbilang impresif, apalagi mengingat ini adalah debut mereka di turnamen level BWF World Tour Super 1000.
Mereka buka langkah dengan kemenangan dramatis atas pasangan Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju lewat pertarungan tiga gim 17-21, 21-12, 21-19.
Momentum tersebut berlanjut di babak 16 besar ketika mereka singkirkan senior sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Dalam pertandingan yang berlangsung 55 menit, Raymond/Joaquin menang 8-21, 21-14, 21-16.
Kemenangan itu sekaligus perpanjang rekor apik mereka atas Fajar/Fikri menjadi tiga pertemuan beruntun, setelah sebelumnya juga menang di final Australian Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026.