Selasa, 14 April 2026 – 10:02 WIB
Jakarta, VIVA – Langkah cepat dan kerja keras Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis energi global mendapatkan apresiasi.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji menyampaikan, situasi global saat ini menunjukkan tekanan yang sangat serius terhadap sektor energi. Terutama akibat eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, serta kegagalan perundingan damai yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, yang tidak mencapai kesepakatan.
“Kita menghadapi situasi global yang tidak mudah. Konflik geopolitik di Timur Tengah telah memicu guncangan besar pada pasar energi dunia. Dalam kondisi seperti ini, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia benar-benar bekerja keras, bahkan bisa dikatakan banting tulang, untuk memastikan Indonesia tetap aman dari ancaman krisis energi,” ujar Sarmuji, dikutip dari keterangannya di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Ia menjelaskan, tekanan global saat ini tercermin dari lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus angka 100 dolar AS per barel. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, harga Brent dan WTI sempat berada di kisaran US$102–106 per barel akibat kegagalan perundingan dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, gangguan distribusi energi di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, makin memperparah kondisi pasar energi global. Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga mendekati US$150 per barel jika konflik terus bereskalasi dan pasokan terganggu lebih jauh.
Sarmuji, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar, menegaskan bahwa kondisi ini membuat upaya mencari alternatif pasokan energi menjadi sangat sulit. “Dalam situasi normal saja mencari sumber pasokan energi alternatif bukan hal mudah. Apalagi dalam kondisi global seperti sekarang, ketika banyak negara juga berebut sumber energi yang sama. Karena itu, langkah cepat pemerintah menjadi sangat krusial. Menteri ESDM bahkan harus melobi banyak negara, mulai dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika hingga negara-negara Afrika, termasuk Rusia, untuk mengamankan stok energi nasional,” ujarnya.
Krisis ini, dia mengingatkan, bahkan telah disebut sebagai salah satu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah, dengan dampak langsung pada inflasi global, distribusi energi, hingga potensi krisis ekonomi di berbagai negara.