Sabtu, 28 Februari 2026 – 11:52 WIB
Jakarta, VIVA – Rencana beli kendaraan operasional untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bikin perhatian ke kesiapan industri otomotif nasional. Isu ini muncul setelah aksi PT Agrinas Pangan Nusantara impor mobil pikap dari India untuk bantu kebutuhan operasional koperasi desa di berbagai daerah.
Di tengah situasi ini, keberadaan Mitsubishi L300 jadi sorotan. Mobil niaga ringan ini sudah lama diproduksi lokal di pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI). Sudah puluhan tahun, L300 dikenal sebagai tulang punggung buat distribusi barang, terutama untuk usaha kecil, pasar tradisional, sampai sektor logistik di daerah.
Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita, bilang bahwa sampai sekarang belum ada pembicaraan resmi antara pemerintah dan pihak Mitsubishi soal pengadaan kendaraan untuk program itu. Tapi, perusahaan siap kalau dapat penugasan.
“Saat ini belum ada diskusi resmi. Tapi kami percaya pemerintah sedang ada pembicaraan dengan berbagai pihak. Kalau memang ada instruksi, tentu sebagai perusahaan kami harus penuhi,” kata Kurita di Jakarta.
Dia tambahin, dari sisi kapasitas, fasilitas produksi di MMKI dinilai cukup untuk produksi L300 atau model lain sesuai kebutuhan. Cuma, perusahaan belum tahu berapa banyak volumenya yang akan dipesan.
“Kami belum tahu berapa yang diorder, karena tidak mungkin semuanya sekaligus. Itu tergantung besar dan jumlahnya,” katanya.
Secara teknis, L300 punya beberapa karakter yang cocok untuk operasional koperasi desa, seperti daya angkut besar, mesin diesel yang kuat, dan mudah dirawat. Pengalaman panjang model ini di berbagai sektor usaha juga jadi salah satu faktor pendukung.
Sebagai perbandingan, tipe pikap Mitsubishi lain seperti Mitsubishi Triton saat ini masih diimpor dalam bentuk completely built-up (CBU) dari Thailand. Berbeda sama Triton, L300 sudah dirakit di dalam negeri dengan dukungan jaringan suku cadang dan layanan purnajual yang luas.
Kurita tegaskan bahwa perusahaan pada prinsipnya akan ikuti keputusan pemerintah. Tapi sampai sekarang, belum ada komunikasi resmi yang mengarah ke penunjukan langsung. Dengan kapasitas produksi yang ada, Mitsubishi siap kalau sewaktu-waktu diminta penuhi kebutuhan kendaraan untuk program Kopdes Merah Putih.
Halaman Selanjutnya
"Jadi, kalau memang kami menerima perintah dari pemerintah, pastinya sebagai perusahaan yang baik harus penuhi," ujarnya.