Kuota BBM Subsidi Warga Malaysia Dikurangi Menjadi 200 Liter per Bulan Mulai 1 April

Jumat, 27 Maret 2026 – 12:40 WIB

Kuala Lumpur, VIVA – Malaysia melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap kuota pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis RON 95. Kuota yang sebelumnya 300 liter per orang per bulan, sekarang diturunkan menjadi 200 liter.

"Pemerintah akan menyesuaikan batas kelayakan kuota RON 95 dari 300 liter per bulan menjadi 200 liter per bulan, mulai 1 April 2026," ujar Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam pernyataan yang dipantau dari Kuala Lumpur, Kamis malam.

Keputusan ini diambil setelah pemerintah Malaysia meneliti bahwa rata-rata pemakaian BBM RON 95 per orang per bulan hanya sekitar 100 liter. Artinya, hampir 90 persen warga Malaysia menggunakan kurang dari 200 liter per bulan.

Berdasarkan fakta itu, kuota pembelian BBM subsidi akhirnya dipangkas. Langkah ini juga untuk memperkuat ketahanan Malaysia menghadapi potensi krisis, serta menanggapi beberapa insiden viral di media sosial yang menunjukkan penyalahgunaan pembelian BBM bersubsidi.

Menurut ketentuan, harga BBM RON 95 bersubsidi adalah 1,99 ringgit (sekitar Rp8.437) per liter dan hanya untuk warga Malaysia pemegang kartu identitas resmi. Warga asing dikenakan harga normal RON 95 sekitar 3,87 ringgit (Rp16.389) per liter. Sementara kendaraan dengan plat nomor asing, contohnya Singapura, wajib membeli BBM RON 97 yang harganya sekitar 5,15 ringgit (Rp21.812) per liter.

Insiden viral yang dimaksud antara lain kendaraan plat asing membeli RON 95 bersubsidi, serta seorang warga Malaysia yang mengisi BBM subsidi ke dalam tong atau jeriken.

Di sisi lain, pemerintah Malaysia tetap memberikan kuota khusus untuk pengemudi transportasi daring, yaitu maksimal 800 liter BBM RON 95 bersubsidi per bulan. Berdasarkan penelusuran di Kuala Lumpur, sejumlah pengemudi mengaku sangat terbantu dengan kebijakan ini.

MEMBACA  Gibran and Pilar 08 Collaborate in Hosting a Cooking Competition in BanyuwangiGibran dan Pilar 08 Bersama-sama Melaksanakan Lomba Memasak di Banyuwangi

Namun, kuota 800 liter itu hanya bisa didapatkan jika pengemudi sudah menempuh jarak tertentu. Jika jarak tempuhnya kurang dari syarat, maka kuotanya akan disesuaikan.

Anwar Ibrahim menambahkan, untuk kendaraan kecil transportasi darat, baik umum, barang, maupun pribadi, pembelian BBM RON 95 bersubsidi juga dibatasi maksimal 50 liter per kali beli.

Halaman Selanjutnya

Ketentuan-ketentuan ini dibuat untuk memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia dan dapat didistribusikan secara adil serta mencukupi kebutuhan yang layak.

Tinggalkan komentar