Kronologi Lengkap Pencabutan Gelar Juara Afrika 2025 Timnas Senegal

Rabu, 18 Maret 2026 – 20:48 WIB

VIVA – Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mengambil keputusan kontroversial. Mereka mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 dari Timnas Senegal dan memberikannya kepada Timnas Maroko.

Keputusan ini diambil setelah CAF meninjau ulang insiden di laga final pada 18 Januari 2026 di Rabat.

Kronologi Kontroversi Final

Dalam pertandingan itu, Senegal awalnya menang dengan skor 1-0 lewat gol Pape Alassane Gueye di babak tambahan waktu. Tapi, laga sempat berhenti 14 menit karena pemain Senegal keluar lapangan untuk protes keputusan wasit.

Wasit asal Kongo, Jean-Jacques Ndala, memberi penalti untuk Maroko di injury time setelah lihat VAR untuk pelanggaran pada Brahim Abdelkader Díaz. Keputusan ini bikin marah tim Senegal, yang sebelumnya juga kecewa karena gol mereka dianulir. Setelah kembali, penalti Maroko gagal dan pertandingan dilanjutkan sampai babak tambahan waktu yang dimenangi Senegal.

Sanksi dan Keputusan CAF

Dalam putusan terbaru, Komite Banding CAF menyatakan Senegal melanggar karena meninggalkan lapangan tanpa izin. Berdasarkan Pasal 82, tindakan itu membuat Senegal dinyatakan kalah dan skor diubah menjadi 3-0 untuk Maroko. Keputusan ini membatalkan hasil lapangan dan menetapkan Maroko sebagai juara.

Dampak dan Reaksi

Federasi Sepak Bola Senegal menolak putusan itu dan rencananya akan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Mereka rasa keputusan CAF tidak adil dan melukai sportivitas sepak bola. Proses banding diperkirakan bisa lama, bahkan sampai satu tahun sebelum ada keputusan final.

Sanksi Tambahan

Selain perubahan skor, CAF juga kasih sanksi lain, termasuk denda besar untuk kedua federasi serta hukuman untuk pemain dan ofisial. Insiden di tribun juga berakibat hukum, dengan beberapa suporter Senegal dihukum penjara oleh otoritas setempat.

MEMBACA  Penundaan Sempat, Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Menjalani Pemeriksaan Hari Ini

Situasi Terkini

Dengan keputusan ini, Maroko meraih gelar Piala Afrika pertama mereka sejak 1976. Sementara Senegal harus kehilangan trofi yang sudah mereka menangkan di lapangan.

Kasus ini belum berakhir, karena Senegal akan bawa sengketa ini ke CAS. Jika berlanjut, polemik ini berpontensi menjadi salah satu kasus terpanjang dalam sejarah sepak bola Afrika.

Tinggalkan komentar