loading…
Salah satu negara Uni Eropa sedang pertimbangkan langkah ekstrim untuk membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bagi warga asing, imbas serangan AS-Israel terhadap Iran. Foto/Dok
JAKARTA – Pemerintah Slovakia sedang mempertimbangkan langkah ekstrim untuk membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bagi warga asing. Langkah ini diambil setelah gelombang “wisata bensin” menyebabkan banyak stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di wilayah perbatasan kehabisan stok.
Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico menyatakan, bahwa situasi energi saat ini sudah masuk tahap kritis. Hal ini dipicu oleh terjepitnya pasar minyak global akibat perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, serta berhentinya aliran minyak Rusia melalui pipa Druzhba.
Berdasarkan laporan media lokal, pemerintah Slovakia berencana menerapkan sistem dua harga. Skema ini akan memberikan harga diesel yang lebih murah bagi warga pemegang dokumen kendaraan Slovakia, sedangkan pengemudi asing akan dikenakan tarif yang lebih tinggi.
“Pengemudi dari wilayah perbatasan (Polandia dan Austria) telah membuat SPBU kita benar-benar kosong,” tegas Fico.
Selain harga ganda, pemerintah juga berencana membatasi jumlah liter BBM yang boleh dibeli oleh kendaraan asing untuk mencegah ekspor ilegal. Slovakia, melalui kilang Slovnaft (bagian dari MOL Group Hungaria), melaporkan adanya kekurangan pasokan sebesar 20% di pasar global.
Ada dua faktor utama yang dituding sebagai penyebabnya, yaitu memanasnya konflik Timur Tengah. Perang yang melibatkan AS-Israel melawan Iran telah memicu penutupan Selat Hormuz. Jalur air ini sangat vital karena menangani 20% pasokan minyak mentah dunia melalui laut.