loading…
Perang AS-Israel melawan Iran sudah berjalan 35 hari pada Sabtu (4/4/2026). Total korban tewas sudah lebih dari 3.500 orang. Foto/Tasnim News
JAKARTA – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, yang dimulai sejak 28 Februari, telah menyebar ke seluruh Timur Tengah. Hingga Sabtu (4/4/2026), perang telah memasuki hari ke-35 dengan jumlah korban tewas mencapai ribuan.
Perang bertambah luas saat serangan balasan Iran menyasar negara-negara Teluk yang jadi basis militer AS. Selain itu, sekutu Iran seperti Hizbullah dari Lebanon dan Houthi dari Yaman, juga membuka front pertempuran baru.
Baca Juga: Tiga Negara Nuklir Memveto Upaya Negara-negara Arab Buka Paksa Selat Hormuz dengan Aksi Militer
Data Korban Tewas di Perang Timur Tengah
Kelompok hak asasi manusia dari AS, HRANA, menyebutkan total 3.531 orang telah tewas sejak perang mulai. Disebutkan bahwa 1.607 di antaranya adalah warga sipil, termasuk setidaknya 244 anak-anak.
Berikut adalah jumlah korban tewas terbaru yang dilaporkan Reuters, berdasarkan data dari otoritas terkait, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta kelompok HAM. Namun, angka-angka ini belum bisa dikonfirmasi secara independen.
1. **Iran**
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan setidaknya 1.900 orang tewas dan 20.000 terluka di Iran akibat serangan AS-Israel sejauh ini. Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, termasuk di antara yang tewas.
Tidak jelas apakah angka tersebut sudah termasuk setidaknya 104 orang yang menurut militer Iran tewas dalam serangan AS ke kapal perang Iran di dekat Sri Lanka pada 4 Maret.
2. **Lebanon**
Otoritas Lebanon mengatakan 1.368 orang tewas dalam serangan Israel sejak 2 Maret, termasuk setidaknya 124 anak-anak.
Lebih dari 400 milisi Hizbullah tewas sejak kelompok bersenjata itu melancarkan serangan dalam perang melawan Israel mulai 2 Maret, menurut dua sumber yang mengetahui jumlah korban tewas Hizbullah kepada Reuters.
Tidak jelas apakah jumlah korban tewas yang dilaporkan otoritas Lebanon sudah termasuk milisi Hizbullah.
Setidaknya sembilan tentara Lebanon tewas sejak 2 Maret akibat serangan Israel di Lebanon, dengan sebagian besar korban terjadi di Lebanon selatan, menurut militer Lebanon.