Koperasi Merah Putih Buka Peluang Penghasilan bagi Penerima Bansos

Jakarta (ANTARA) –
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) punya peluang untuk dapat penghasilan tambahan dengan bergabung ke Koperasi Desa Merah Putih.

Dia menjelaskan, sebagai anggota koperasi, penerima manfaat berhak mendapatkan bagi hasil pada setiap akhir tahun.

“Skema bagi hasil ini akan memberi tambahan penghasilan yang signifikan bagi keluarga penerima manfaat. Dengan ini, kami berharap mereka bisa naik dari desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin),” ujarnya pada Senin.

Selain itu, dia mencatat bahwa penerima bantuan sosial juga berpeluang bekerja sebagai karyawan di koperasi tersebut.

Setiap koperasi desa ditargetkan bisa mempekerjakan sekitar 15 sampai 18 orang dari keluarga penerima manfaat. Secara nasional, ini dapat menyerap hampir 1,4 juta penerima PKH ke dalam dunia kerja, memberikan mereka sumber penghasilan yang stabil.

Untuk mendukung kebijakan ini, Kementerian Koperasi berencana mengeluarkan aturan khusus untuk mempermudah persyaratan keanggotaan bagi penerima manfaat.

Juliantono menekankan, regulasi ini penting untuk memastikan penerima manfaat tidak terbebani oleh iuran anggota, melainkan bisa mandiri melalui partisipasi aktif di koperasi.

“Kami ingin mereka jadi independen, tidak hanya tergantung pada bansos,” katanya.

Kementerian juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, termasuk mengintegrasikan data penerima manfaat PKH untuk memastikan rekrutmen tepat sasaran.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menambahkan, rencana rekrutmen sedang diselesaikan, dengan menekankan pentingnya integrasi data penerima manfaat kelompok berpendapatan terendah ke dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebutkan sekitar 8 juta keluarga penerima manfaat didorong untuk bergabung dengan koperasi. Namun, tidak semua akan direkrut sebagai karyawan, karena peluang kerja akan diprioritaskan bagi mereka yang masuk usia produktif.

MEMBACA  Faktanya: Penerima Manfaat SNAP Didominasi Bukan Imigran

Berita terkait: Govt eyes village co-ops to create 1.4 M jobs for aid beneficiaries

Berita terkait: Indonesia builds facilities for 34,000 village co-ops, 2,500 finished

Penerjemah: Shofi, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar