Jakarta (ANTARA) – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan pemerintah mencitakan koperasi dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pusat ekonomi yang terhubung dengan pedagang kaki lima serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pernyataan itu disampaikan usai menerima perwakilan Asosiasi Pedagang Kaki Lima dan UMKM Indonesia (APKLI) di kantor Kementerian Koperasi di Jakarta pada Kamis.
“Pembahasan kami fokus pada menciptakan ekosistem yang mendukung pedagang kaki lima di seluruh Indonesia untuk bermitra dengan koperasi desa,” kata Juliantono.
Menteri menekankan bahwa pemerintah akan menggerakkan KDMP untuk menyuplai barang kebutuhan pokok ke pedagang kaki lima dan warung dengan harga lebih terjangkau, sekaligus mendukung keberlanjutan UMKM perdesaan.
“Kami akan mempromosikan produk UMKM lokal melalui outlet yang dioperasikan koperasi desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Juliantono mencatat program KDMP dirancang untuk memfasilitasi koperasi di daerah pedesaan bermitra dengan badan usaha milik desa, warung kecil, dan pasar tradisional. Tujuannya untuk mendorong aktivitas ekonomi inklusif dan pertumbuhan bagi warga desa.
Sementara itu, Ketua APKLI Ali Mahsun menyatakan harapan agar penetapan koperasi desa sebagai pusat ekonomi pedesaan dapat memberikan manfaat nyata bagi komunitas usaha.
“Bukan retailer, koperasi desa dirancang sebagai hub yang melayani warung dan pedagang makanan,” katanya.
Mahsun menambahkan pendekatan ini diharapkan merangsang perputaran uang yang lebih tinggi di dalam desa, sehingga memperkuat kapasitas masyarakat pedesaan mencapai kemandirian ekonomi lebih besar.
Pada Juli 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak sekitar 80.000 koperasi yang dibentuk di bawah program KDMP di seluruh Indonesia.
Program ini memiliki 13 tujuan, termasuk memberdayakan warga desa, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan akses komoditas, dan menekan inflasi.
Untuk mendukung operasional, pemerintah pada Oktober lalu memfasilitasi kerja sama antara militer dan perusahaan pangan negara Agrinas Pangan Nusantara untuk membangun fasilitas seperti kantor pengelola, gerai, klinik, dan infrastruktur logistik.
Awal bulan ini, Menteri Juliantono memastikan target pemerintah menyelesaikan pembangunan fasilitas untuk seluruh 80.000 KDMP pada akhir tahun ini. Pembangunan untuk sekitar 20.000 koperasi sudah berjalan.
“Kita dapat mengharapkan 20.000 koperasi terbangun penuh pada Mei,” katanya kepada media di Jakarta tanggal 18 Februari, mencatat sekitar 1.000 koperasi telah menyelesaikan pembangunan.
Berita terkait: Menteri PPPA apresiasi koperasi dalam memberdayakan perempuan di UMKM
Berita terkait: Koperasi desa tidak untuk mematikan usaha kecil lokal: Kementerian
Penerjemah: Arnidhya N, Tegar Nurfitra
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026