loading…
Presiden Prabowo Subianto hadiri pertemuan pertama BoP yang diadakan di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis 19 Februari 2026. Foto Setpres/Cahyo
JAKARTA – Indonesia punya peran strategis untuk hentikan perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Indonesia yang tergabung dalam Board of Peace (BoP) harus bisa memanfaatkan posisi ini untuk meredam ketegangan di kawasan Teluk itu.
Peran Indonesia bisa sebagai mediator konflik supaya kedua pihak mau berunding, minimal untuk hentikan perang dulu. Saat berada di BoP, Indonesia harus aktif ciptakan perdamaian dunia lewat diplomasi. ”Jadi peran yang diambil Indonesia ini sejalan sama politik bebas aktif yang selama ini dianut,” kata Anggota Dewan Pertimbangan ICMI Achmad Baidowi dalam siaran tertulis, Jumat (6/3/2026). Baca juga: 100 Jam Pertama Perang Lawan Iran, AS Habiskan Rp63 Triliun dan Terus Bertambah
Awiek, panggilan akrabnya, memprediksi perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran akan berjalan lama dan penuh ketidakpastian. Bahkan, perang ini bakal pengaruh banyak hal.
“Perang ini akan berdampak secara global. Khususnya di sektor energi setelah Iran blokade Selat Hormuz yang ganggu kapal pengangkut minyak,” lanjut dia.
Sebelumnya, Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Pakistan Asif Ali Zardari berencana kunjungi Teheran, Iran. Jimly mendukung langkah Prabowo jadi mediator antara AS-Israel dan Iran untuk turunkan eskalasi konflik.