Konektivitas: Kunci Pendorong Pertumbuhan Pariwisata Indonesia, Menurut Kementerian

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri untuk Pemasaran di Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menekankan bahwa konektivitas adalah pilar yang sangat penting bagi pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.

“Ada beberapa pilar pariwisata: daya tarik, akomodasi, dan konektivitas,” kata Marthini pada hari Senin.

Dia menjelaskan bahwa konektivitas memainkan peran vital dalam memfasilitasi mobilitas publik dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di dalam sektor pariwisata.

Marthini mendorong kolaborasi strategis diantara para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri transportasi, dan pelaku bisnis terkait, untuk memperkuat jaringan pariwisata Indonesia.

“Jika konektivitas antar negara atau antar pulau lemah, mustahil bagi kita untuk mencapai tujuan pariwisata,” tambahnya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan wisatawan domestik pada November 2025 mencapai 96,45 juta perjalanan, meningkat 0,47 persen dari bulan sebelumnya. Dibandingkan dengan November 2024, pariwisata domestik naik 19,64 persen.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata melaporkan bahwa 13,98 juta wisatawan asing mengunjungi Indonesia dari Januari hingga November 2025. Angka ini merepresentasikan kenaikan 10,44 persen dari periode yang sama di tahun 2024, yang mencatat 12,66 juta kunjungan.

Mayoritas pengunjung asing berasal dari Malaysia, Australia, Singapura, China, dan Timor Leste.

Para wisatawan adalah penggerak utama ekonomi, secara langsung mendukung bisnis di berbagai sektor seperti makanan dan minuman, perhotelan, dan transportasi.

Berita terkait: Indonesia sees 10.44% rise in foreign tourist arrivals in 2025

Berita terkait: Indonesia confident of 16–17.6M foreign tourist arrivals in 2026

Penerjemah: Arnidhya, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Kecelakaan Beruntun di Jalan Darmo Melibatkan Jaksa Kejari Tanjung Perak

Tinggalkan komentar