TEHERAN – Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menyatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan seorang petinggi negara mereka.
"Kapal induk AS Abraham Lincoln terkena empat peluru kendali balistik," ujar pihak IRGC dalam pernyataan yang disiarkan media lokal, seperti dilansir Euro News. IRGC juga memperingatkan bahwa "daratan dan lautan akan berubah menjadi kuburan bagi para penyerang teroris itu."
USS Abraham Lincoln adalah salah satu kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika. Angkatan Laut AS menyebutnya sebagai "kapal perang terbesar di dunia."
Kapal ini termasuk ke dalam sepuluh kapal induk bertenaga nuklir di AS, yang dikenal sebagai kelas Nimitz.
Menurut data Angkatan Laut AS, kapal induk kelas Nimitz memiliki panjang 333 meter dan dapat membawa sekitar 100.000 ton perlengkapan, termasuk 65 pesawat tempur serta sejumlah peluncur rudal.