Klaim AS: Kapal Tempur Iran Ditenggelamkan di Samudra Hindia

Rabu, 4 Maret 2026 – 23:30 WIB

Washington, VIVA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa kapal selam AS telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di Samudra Hindia.

“Kemarin di Samudra Hindia… kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran yang merasa aman saat berada di perairan internasional,” kata Hegseth dalam konferensi pers tentang operasi militer terhadap Iran.

Ia menambahkan, “Bahkan, tadi malam, kami juga telah menembak kapal mereka yang paling berharga, yaitu kapal perang Soleimani.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath pada Rabu memastikan angkatan laut dan udara negaranya telah membantu mengevakuasi awak dari kapal Iran yang tenggelam tersebut. Sebanyak 30 korban dievakuasi ke rumah sakit di Sri Lanka.

“Kami meluncurkan bantuan pada pukul 6 pagi dengan mengirimkan kapal AL pertama, dan pada pukul 7 pagi kami mengirimkan kapal AL kedua,” ujar Menlu Herath, sambil menekankan bahwa AL dan AU Sri Lanka bekerja sama dalam operasi penyelamatan.

Menurut Reuters, yang mengutip sumber di kementerian pertahanan Sri Lanka, setidaknya 78 orang terluka dan 101 lainnya hilang setelah kapal tempur Iran diserang oleh kapal selam di lepas pantai Sri Lanka.

Herath menyatakan bahwa sinyal darurat diterima pada pukul 5:08 pagi waktu setempat, yang mengindikasikan kapal AL Iran bernama IRIS Dena tenggelam di luar batas perairan Sri Lanka di Samudra Hindia.

Sebanyak 180 kru berada di atas kapal tempur yang ditembak itu, dan 30 di antaranya dalam kondisi kritis, menurut Menlu Sri Lanka.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Konvensi Internasional Pencarian dan Penyelamatan Maritim (Konvensi SAR) 1979 yang diratifikasi Sri Lanka, negaranya berkewajiban memberikan bantuan kepada kapal dalam keadaan darurat.

MEMBACA  Penyidikan Bareskrim terhadap Admin YouTube Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Suku Toraja

Sri Lanka harus merespons keadaan darurat maritim terlepas dari kebangsaan, penyebab, dan lokasi kejadian, meskipun di luar perairan teritorialnya, jelasnya.

Sementara itu, juru bicara AL Sri Lanka Buddhika Sampath memastikan operasi SAR masih berlangsung.

“Kami menemukan korban mengapung di laut dan menyelamatkan mereka. Setelah bertanya, kami tahu mereka berasal dari kapal Iran,” kata Sampath dalam konferensi pers, seperti dikutip Newswire.

“Kami segera mengevakuasi mereka ke RS Pendidikan Karapitiya, di mana mereka menerima pertolongan medis,” tambahnya.

https://edrev.asu.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=STwa

Tinggalkan komentar