Kisah Djed Spence, Muslim Pertama di Skuat Inggris

Selasa, 17 Februari 2026 – 05:20 WIB

Menjelang bulan suci Ramadan, sepak bola Inggris mencatat momen bersejarah. Djed Spence, bek sayap Tottenham Hotspur, secara resmi menjadi pemain Muslim pertama yang membela Timnas Inggris senior. Ini adalah pencapaian yang bermakna, bukan cuma di lapangan tapi juga soal identitas dan keyakinan.


Legasi Muslim di Liga Inggris: Dari Pionir Nayim hingga Bintang Masa Kini

Saat memakai seragam Inggris, Spence sadar dia melangkah ke area yang belum pernah dijelajahi sebelumnya. Bagi publik, itu sejarah. Bagi dia sendiri, itu sebuah anugerah.

Momen ini terjadi di laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, saat Inggris menang besar 5-0 atas Serbia pada 9 September 2025. Spence masuk di menit ke-69 menggantikan Reece James.


Hukum Ziarah Kubur Jelang Ramadhan Menurut Buya Yahya

“Ini berarti segalanya buat saya,” kata Spence seperti dilansir ESPN.

“Saya merasa sangat diberkati. Saya percaya Tuhan telah menuntun saya sampai ke titik ini.”


Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda

Iman sebagai Pedoman

Di tengah dunia sepak bola modern yang penuh tekanan, Spence tidak pernah menyembunyikan peran iman dalam hidupnya. Dia bicara soal keyakinan dengan tenang, tanpa berlebihan—seperti sesuatu yang sudah menyatu dengan keseharian.

“Keimanan sangat penting bagi saya,” ujarnya.

“Saya selalu bersukur kepada Tuhan atas semua yang saya jalani.”

Resmi Tottenham Hotspur Mendatangkan Djed Spence

Photo : Twitter: Tottenham Hotspur

Kata bersyukur adalah kunci dalam perjalanan Spence. Menjelang Ramadan, nilai ini terasa makin relevan—bulan yang identik dengan refleksi, kesabaran, dan pengendalian diri.

Menjadi Diri Sendiri di Level Paling Tinggi

Bagi Spence, jadi pemain Muslim pertama di Timnas Inggris bukan beban, tapi kesempatan untuk membuka jalan buat yang lain. Dia tidak mau dikotakkan, tapi sadar betul dampak dari kehadirannya.

MEMBACA  Bimo/Arlya Lolos ke 32 Besar dengan Mulus, Faathir/Devin Taklukkan Duet Prancis

“Saya cuma ingin menjadi diri sendiri,” katanya.

“Kalau itu bisa menginspirasi orang lain, terutama anak muda Muslim, itu luar biasa.”

Ucapannya sederhana, tapi kuat. Di negara dengan sejarah sepak bola panjang seperti Inggris, representasi punya arti besar—terutama untuk generasi muda yang mencari panutan di level tertinggi.

Ramadan dan Sepak Bola Elite

Ramadan sering jadi tantangan sendiri bagi atlet Muslim, termasuk yang main di kompetisi elite Eropa. Tapi, kehadiran Spence di Timnas Inggris menandai era yang lebih terbuka dan inklusif. Sepak bola tidak cuma soal fisik dan taktik, tapi juga soal hormat terhadap keyakinan pribadi.

Halaman Selanjutnya

Spence sekarang berdiri sejajar dengan pemain Muslim lain di Premier League. Bedanya, dia membawa kisah itu langsung ke jantung sepak bola nasional Inggris—Timnas Tiga Singa.

Tinggalkan komentar