Putra ketiga Ray Sahetapy dan Dewi Yull, Surya Sahetapy tiba di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (3/4) malam.
jpnn.com, JAKARTA – Surya Sahetapy menceritakan tentang sosok ayahnya, Ray Sahetapy.
Dia mengatakan, mendiang ayahnya selalu membanggakannya dan mendiang kakaknya, Gisca, yang terlahir dengan kondisi tuli.
Ray Sahetapy juga mengajarkan semua pihak mengenai cara komunikasi dengan orang tuli.
“Mungkin sudah tahu ayah itu punya anak empat, dua tuli, dua pendengar jadi orang tua bangga menunjukkan kami tuli, dan memperkenalkan ke orang lain, orang tuli seperti apa cara komunikasinya, seperti apa dan jangan malu, dan jangan takut komunikasi dengan orang yang tuli,” ujar Surya Sahetapy di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4).
Dia mengatakan, mendiang ayahnya, maupun sang ibunda, Dewi Yull, selalu menyampaikan bahwa harus bangga memiliki anak tuli.
“Orang tua yang punya anak tuli mungkin awalnya minder, Ayah dan Ibu selalu mengatakan harus bangga punya anak tuli karena tahu situasi di Indonesia zaman dulu orang disabilitas tuli masuk ke masyarakat nomor dua dan memperjuangkan orang tuli bisa setara. Jadi, bangga sekali punya anak tuli orang tua saya,” kenang Surya Sahetapy.
Sebelumnya, Ray Sahetapy mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pada Selasa (1/4) malam.
Adik Ray Sahetapy, Charly Sahetapy mengatakan, sang kakak sempat mengalami komplikasi sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir dan menjalani perawatan selama beberapa pekan di rumah sakit.
Putra ketiga Ray Sahetapy dan Dewi Yull, Surya Sahetapy menceritakan tentang sosok ayahnya.