Kirim 8.633 Petugas untuk Awasi Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha

Kementerian Pertanian Indonesia udah menyebarkan 8.633 petugas veteriner di seluruh negeri untuk memantau hewan kurban menjelang Idul Adha, seiring pemerintah memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan, kepatuhan halal, serta standar penyembilahan.

Para petugas itu, termasuk dokter hewan dan tenaga paramedis, udah ditugaskan di berbagai daerah, kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda di Jakarta pada Rabu.

Suganda bilang pemantauannya meliputi kesehatan hewan, kesehatan masyarakan veteriner, kesejahteraan hewan, dan kepatuhan halal, termasuk kegiatan penyembelihan yang dilakukan di luar rumah potong hewan resmi.

Pemerintah pusat dan daerah juga udah ngeluarkan surat edaran serta meningkatkan sosialisasi kepada panitia kurban jelang hari raya Islam tersebut.

Pemerintah daerah udah nyebarkan tim pemantau tambahan yang melibatkan asosiasi dokter hewan, kelompok peternak, dan juru sembelih halal bersertifikat.

Mahasiswa dari 14 fakultas kedokteran hewan juga ikut serta dalam inspeksi dan mengedukasi masyarakat tentang praktik penyembelihan yang higienis sesuai standar veterner.

“Mudah-mudahan proses penyembelihan Idul Adha 1447 Hijriah berjalan lancar,” kata Suganda.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bilang Indonesia lagi menghadapi surplus hewan ternak menjelang perayaan Idul Adha tahun ini.

Hewan kurban yang tersedia udah mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan nasional diperkirakan 2,4 juta ekor, sehingga ada surplus sekitar 800.000 ekor.

Surplus ini mencerminkan kondisi pasokan dalam negeri yang stabil meskipun ada ketidakpastian global, ujar Sudaryono.

“Ada surplus sekitar 800.000 ekor, yang menunjukan negara ini masih dalam kondisi baik,” tambahnya.

MEMBACA  Indonesia Mengincar Reset Ekonomi Global untuk Memperkuat Neraca Perdagangan

Tinggalkan komentar