Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di Sankt-Peterburg Digempur Gelombang Serangan Drone Ukraina

Sebuah terminal minyak utama di kota St. Petersburg, Rusia barat laut, diserang drone milik Ukraina. Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Zelensky menyebut terminal itu sebagai infrastruktur kunci yang menghasilkan uang untuk mendanai perang Rusia. Ukraina juga mengatakan bahwa pangkalan angkatan laut utama Rusia di wilayah yang sama terkena serangan.

Gubernur St. Petersburg, Aleksandr Beglov, mengatakan kota itu diserang drone secara besar-besaran. Ia mengakui terminal minyak terkena serangan, tetapi memastikan tidak ada korban jiwa.

Belakangan ini, Ukraina meningkatkan serangan drone jarak jauh terhadap infrastruktur energi penting milik Rusia. Hal ini menyebabkan kekurangan bahan bakar yang meluas di Rusia. Kyiv mengklaim hampir 43 persen dari kapasitas penyulingan minyak Rusia sudah tidak aktif akibat serangan itu.

Angka ini belum diperiksa kebenarannya oleh BBC secara terpisah.

Ukraina menyatakan bahwa fasilitas minyak dan gas Rusia adalah target sah, karena Moskow sangat tergantung pada ekspor bahan bakar fosil untuk membiayai invasi besar-besaran yang dimulai Februari 2022.

Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu membuat pengakuan langka bahwa kekurangan bahan bakar Rusia memang disebabkan oleh serangan Ukraina. Pada Sabtu, Putin bahkan menandatangani undang-undang baru yang tujuannya meningkatkan pasokan bahan bakar di dalam negeri.

Zelensky mengatakan pada Sabtu pagi bahwa target yang terkena di St. Petersburg dan daerah sekitarnya jaraknya sekitar 850 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan masih belum jelas. Namun ada video dari Zelensky yang menunjukkan sebuah drone terbang ke arah target, lalu terlihat kepulan asap hitam tinggi membubung setelah serangan tersebut.

MEMBACA  Bagaimana Rasanya Hadir di BookCon: Saat Para Penggemar Bersinar dan Antrean Tak Terelakkan

Tinggalkan komentar