Selasa, 27 Januari 2026 – 00:22 WIB
Jakarta, VIVA – Musim liburan panjang sering diidentikan dengan harga tiket yang naik, hotel penuh, dan pengeluaran yang tidak terkontrol. Padahal, dengan perencanaan keuangan yang baik, kita tetap bisa menikmati liburan tanpa harus mengganggu stabilitas keuangan.
Tahun 2026 menjadi momen yang menarik karena ada total 25 hari libur nasional dan cuti bersama yang bisa dimanfaatkan dengan strategi. Scroll untuk info lebih lengkap, yuk!
Menurut Lanny Hendra, Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia, kunci utama liburan cerdas adalah keseimbangan antara pengalaman dan kesehatan keuangan.
“Strategi keuangan liburan yang cerdas fokus pada prinsip menjaga likuiditas sambil memaksimalkan pengalaman,” ujar Lanny dalam keterangannya, dikutip Selasa 27 Januari 2026.
Ia menekankan pentingnya menyelaraskan rencana liburan dengan tujuan keuangan jangka panjang agar perjalanan tidak berubah menjadi beban finansial nantinya. Lanny juga membagikan beberapa prinsip dasar agar liburan tetap hemat.
“Pertama, tentukan angaran liburan tahunan sejak awal. Dengan memisahkan bujet untuk liburan besar dan liburan singkat, alokasi dana jadi lebih terkontrol dan risiko pengeluaran berlebih bisa dihindari,” jelasnya.
Kedua, pesan tiket lebih awal, terutama untuk penerbangan jarak jauh. Berdasarkan data historis Google Flights, harga tiket ke destinasi populer seperti Jepang dan Amerika Serikat bisa naik sampai 30–40 persen jika dipesan dekat musim puncak.
Tips berikutnya adalah mengelola arus kas dengan bijak, contohnya memanfaatkan cicilan 0 persen atau pembayaran bertahap yang sesuai dengan jadwal perjalanan. Namun, dana darurat harus tetap dijaga.
“Pastikan sumber dana untuk liburan tidak mengganggu alokasi rutin untuk investasi,” kata Lanny.
Selain itu, memaksimalkan poin rewards dari kartu kredit atau miles maskapai juga bisa membantu menekan biaya tanpa mengurangi kenyamanan.
Prinsip perencanaan ini terlihat dalam penyelenggaraan HSBC ANA Travel Fair 2026 yang diadakan pada 22–25 Januari 2026 di Jakarta. Waktu di awal tahun dinilai strategis untuk mengamankan tiket ke musim favorit seperti mekarnya bunga sakura di Jepang (Maret–April), libur sekolah pertengahan tahun, sampai liburan akhir tahun. Ditambah lagi, nilai tukar rupiah terhadap yen Jepang yang relatif kompetitif membuat periode Januari dianggap menguntungkan secara finansial.
“Kehadiran HSBC ANA Travel Fair adalah bagian dari komitmen HSBC Indonesia yang termasuk dalam pilar gaya hidup, pengelolaan kekayaan, dan pilar internasional,” jelas Lanny.
Baca Juga:
Rencanakan Jauh-jauh Hari, Ada Cara Berbeda Rayakan Imlek dengan Suasana Tropis di Bali
Mulai Kerja Usai Libur Panjang? Ini 6 Cara Kembalikan Produktivitas dan Menghindari Stres
Wisata Dekat Jakarta yang Bisa Pulang Pergi Naik Mobil Listrik tanpa Ngecas