Singapura (ANTARA/PRNewswire) – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah mengumumkan pendirian UNESCO Chair in Sustainability Law Futures di Singapore Management University (SMU). Ini menempatkan universitas tersebut di garis depan riset hukum dan inovasi kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik. Associate Professor Hukum Michelle Lim ditunjuk sebagai pemegang jabatan (Chairholder).
Sebagai tuan rumah UNESCO Chair, SMU bergabung dengan jaringan global bergengsi yang mencakup lebih dari 1.100 UNESCO Chair di 130 negara. Jaringan ini menghubungkan fakultas dan mahasiswa SMU dengan lebih dari 10.000 akademisi dan peneliti internasional yang berdedikasi untuk memajukan pendidikan, sains, dan pengetahuan terbuka melalui kerja sama internasional.
Associate Professor Michelle Lim dari Yong Pung How School of Law SMU adalah seorang sarjana yang diakui secara internasional di bidang hukum dan tata kelola keberlanjutan. Karyanya berfokus pada pengembangan kerangka hukum yang membantu masyarakat mengantisipasi dan menanggapi tantangan keberlanjutan yang kompleks. Di bawah kepemimpinannya, UNESCO Chair in Sustainability Law Futures akan memajukan kerangka hukum yang berorientasi masa depan untuk mengatasi tantangan kompleks tersebut, mempromosikan kolaborasi interdisipliner, dan mendukung pembuat kebijakan serta komunitas dalam merancang solusi tata kelola yang tangguh.
Presiden SMU, Profesor Lily Kong, mengatakan, “Selaras dengan SMU2030, rencana strategis universitas yang berlandaskan agenda dampak yang jelas dan bermakna, UNESCO Chair in Sustainability Law Futures mewujudkan visi kami untuk menciptakan pengetahuan yang penting. Melalui inisiatif ini, SMU akan membangun platform untuk kolaborasi global, pertukaran pengetahuan, dan inovasi hukum yang meninggalkan bekas yang langgeng bagi pembangunan berkelanjutan.”
Associate Professor Lim mengatakan, “Tantangan keberlanjutan berkembang dengan cepat, dan sistem hukum harus mampu mengantisipasi risiko dan peluang yang muncul. Melalui UNESCO Chair ini, kami berharap dapat menyatukan para akademisi, pembuat kebijakan, dan komunitas untuk mengeksplorasi pendekatan masa depan dalam hukum keberlanjutan. Khususnya, kami mengeksplorasi peran bercerita baik sebagai warisan budaya tak benda, maupun sebagai hukum, untuk menghubungkan masa lalu dan masa depan dalam merancang kerangka hukum yang mengarah pada masa depan yang diinginkan bagi manusia dan planet.”
Chair ini akan berkontribusi pada kegiatan Sektor Ilmu Sosial dan Humaniora UNESCO melalui penelitian, pengajaran dan pelatihan, serta aksi dan komunikasi komunitas. Melalui penelitian kolaboratif, sumber daya akses-terbuka, dan dialog publik, Chair akan memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara akademisi, pembuat kebijakan, dan komunitas, serta mendukung upaya memperkuat pendidikan hukum keberlanjutan dengan mengintegrasikan perspektif interdisipliner dan pendekatan kebijakan yang visioner.
– Selesai –
Lampiran:
Lampiran 1 – Biografi Singkat Associate Professor Michelle Lim
Lampiran 2 – Tentang Program UNITWIN/UNESCO Chairs
Tentang Singapore Management University
Sebagai universitas terkemuka di Asia, Singapore Management University (SMU) diakui secara internasional untuk penelitian kelas dunia dan pengajaran yang unggul. Didirikan pada tahun 2000, misi SMU adalah menghasilkan penelitian mutakhir dengan dampak global dan melahirkan pemimpin yang luas wawasan, kreatif, dan wirausaha untuk ekonomi berbasis pengetahuan. Pendidikan SMU dikenal dengan pendekatan pembelajaran yang sangat interaktif, kolaboratif, dan berbasis proyek.
Rumah bagi lebih dari 13.000 siswa dalam program sarjana, profesi pascasarjana, dan penelitian pascasarjana, SMU terdiri dari delapan sekolah: College of Integrative Studies, College of Graduate Research Studies, School of Accountancy, Lee Kong Chian School of Business, School of Economics, School of Computing and Information Systems, Yong Pung How School of Law, dan School of Social Sciences.
SMU menawarkan beragam program gelar sarjana, magister, dan PhD dalam bidang disiplin ilmu terkait sekolah-sekolahnya, serta dalam kombinasi multidisiplin dari bidang-bidang tersebut.
SMU menekankan penelitian yang ketat, berdampak tinggi, serta multi- dan interdisipliner yang membahas isu-isu Asia yang relevan secara global. Fakultas SMU berkolaborasi dengan peneliti dan universitas terkemuka internasional di seluruh dunia, serta dengan mitra di komunitas bisnis dan sektor publik. Kampus kota SMU adalah fasilitas modern yang terletak di pusat kota Singapura, mendorong hubungan strategis dengan bisnis, pemerintah, dan komunitas yang lebih luas.
Lampiran 1
Biografi Singkat Associate Professor Michelle Lim
Michelle Lim adalah Associate Professor Hukum di Sekolah Hukum, Singapore Management University. Karya akademis interdisiplinernya berada di persimpangan antara konservasi keanekaragaman hayati dan mata pencaharian berkelanjutan.
Karya Lim berfokus pada penelitian hukum keanekaragaman hayati yang berorientasi masa depan, bertujuan untuk memajukan kesetaraan dan keberlanjutan dalam kondisi perubahan lingkungan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia semakin tertarik pada pendekatan yang memungkinkan keterlibatan afektif dengan karya akademis dan mengeksplorasi cara yang menantang bentuk karya akademis, termasuk melalui sarana ekspresi kreatif dan imajinatif (misalnya fiksi spekulatif, puisi).
Lim memegang gelar ganda dalam Sains (Manajemen Ekosistem) dan Hukum (Honours Kelas Pertama) serta PhD tentang pengaturan hukum dan kelembagaan untuk konservasi keanekaragaman hayati lintas batas dari University of New England, Australia. Sebelum bergabung dengan SMU, Lim pernah menjabat posisi di Macquarie University, University of Adelaide, dan University of Dundee.
Lim adalah Pemimpin Redaksi Bersama (Co-Editor in Chief) untuk *Review of European, Comparative and International Environmental Law*. Dia adalah anggota peneliti (fellow) untuk Global Assessment of the Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) dan penulis laporan lokakarya bersama IPBES/IPCC. Dia duduk di Dewan Penasihat Ambio. Lim dianugerahi Penghargaan Pengacara Muda Lingkungan Tahun Ini Mahla Pearlman Australia 2016/2017 dari Law Council of Australia dan hadiah publikasi 2021 dari Law and Society Association of Australia and New Zealand untuk artikel atau bab buku ilmiah yang diterbitkan untuk makalah: “Extinction: hidden in plain sight–Can stories of ‘the last’ unearth environmental law’s unspeakable truth?”. Griffith Law Review. 1-32.
Dr. Lim memiliki pengalaman mengajar yang beragam mencakup bidang keberlanjutan, hukum lingkungan, internasional, komersial dan korporasi, serta tort dan etika.
– Selesai –
Lampiran 2
Tentang Program UNITWIN/UNESCO Chairs
Diluncurkan pada tahun 1992 untuk mempromosikan kerja sama antaruniversitas internasional, Program ini telah berkembang mencakup sekitar 1100 Chair dan 50 jaringan di 130 negara. Jaringan universitas di seluruh dunia ini mendukung pekerjaan UNESCO dalam pendidikan, ilmu alam dan sosial, budaya dan komunikasi, untuk membantu mengatasi tantangan mendesak dan berkontribusi pada perkembangan masyarakatnya. Tim UNESCO Chairs dan UNITWIN Network berkontribusi pada setiap tahap pekerjaan UNESCO: mulai dari eksplorasi isu-isu yang muncul, melalui pengembangan instrumen normatif internasional hingga implementasi rekomendasi kebijakan di tingkat nasional. Mereka juga menyatukan mitra di dunia akademik, masyarakat sipil, komunitas lokal, dan pembuat kebijakan dalam dialog untuk implementasi proyek. https://www.unesco.org/en/unitwin
– Selesai –
Sumber: Singapore Management University
Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Hak Cipta © ANTARA 2026