loading…
Mobil LCGC yang numpuk di diler mencerminkan lesunya daya beli masyarakat kelas menengah, yang sebenarnya adalah target pasar utama segmen ini sepanjang 2025. Foto: Sindonews/ChatGPT
**JAKARTA** – Pertahanan segmen Low Cost Green Car (LCGC) rontok di tahun 2025, mencatatkan penurunan terdalam dalam tiga tahun terakir.
Data terbaru menunjukkan bahwa segmen yang dulu jadi tulang punggung industri otomotif nasional ini sedang menghadapi masa paling suram. Mereka terjepit di antara melemahnya daya beli masyarakat dan gempuran mobil listrik murah yang makin agresif.
Gaikindo mencatat, penjualan ritel LCGC dari Januari sampai Desember 2025 cuma menyentuh angka 130.799 unit.
Kalau dibandingin dengan pencapaian tahun 2024 yang masih bisa mencapai 178.726 unit, terjadi kontraksi volume yang sangat signifikan, yaitu turun 27 persen.
Penurunan drastis ini mengkonfirmasi kalau “bantalan” ekonomi kelas menengah bawah lagi tertekan sangat berat.
### Dari Puncak Menuju Lembah
Untuk memahami besarnya dampak penurunan ini, kita perlu lihat lagi sejarah industri ini.