Rabu, 7 Januari 2026 – 14:18 WIB
VIVA – Dewa United Banten FC harus pulang dengan tangan kosong dari Bandar Lampung. Pada lanjutan pekan ke-16 BRI Super League 2025/26, tim yang dijuluki Tangsel Warriors itu kalah 0-1 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Senin 5 Januari 2026 sore.
Baca Juga :
Mantan Pemain Kanada Bongkar Rahasia John Herdman
Kapten Dewa United, Ricky Kambuaya, memberikan pandangannya secara terbuka tentang jalanya pertandingan.
Kambuaya memulai dengan menegaskan posisinya sebagai pemain profesional yang ingin terus berkembang. Ia bilang sepak bola modern menuntut pemain untuk selalu belajar dan meningkatkan kualitas diri.
Baca Juga :
Jay Idzes Blunder, Sassuolo Dilibas Juventus
“Sebagai pemain sepak bola dan pernah menjadi bagian Timnas, saya hanya ingin bermain sepak bola yang baik untuk karir saya dan berkembang secara pribadi,” katanya, dikutip dari laman I-League, Rabu 7 Januari 2026.
Ia menilai proses perkembangan itu butuh dukungan dari banyak pihak. Menurutnya, bukan hanya pemain dan tim, tapi juga semua elemen yang terlibat dalam pertandingan.
Baca Juga :
Terlibat Perkelahian di Lapangan, Ini Pesan Rafael Struick untuk Ilija Spasojevic
“Dalam hal ini saya juga butuh dukungan dari orangtua, kakak, atau semua pihak seperti pengadil, penyelenggara, dan lain-lain,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kambuaya menyoroti kepemimpinan wasit di lapangan. Ia menilai prilaku wasit bisa memengaruhi kualitas pertandingan dan perkembangan sepak bola secara umum.
“Tapi kalau wasit tidak menjadi pengadil yang baik dan memihak, bahkan tidak menunjukkan nilai-nilai kehormatan dan saling menghargai di lapangan, saya pikir kita tidak akan pernah maju. Kita akan diam di tempat jika laga berjalan seperti itu,” jelasnya.
Meski memberikan kritik, Kambuaya tetap menegaskan komitmennya bersama Dewa United untuk melakukan evaluasi. Ia sadar hasil pertandingan tidak sesuai harapan dan mengatakan timnya masih punya perjalanan panjang.
“Untuk Dewa United, kekurangan kami akan kami perbaiki karena perjalanan kami masih jauh. Selamat kepada Bhayangkara FC yang bisa memenangkan laga hari ini,” ujarnya.
“Saya hanya ingin bermain sepak bola yang baik dan menghibur penonton. Saya juga ingin tumbuh sebagai pemain dan tidak ketinggalan ilmu sepak bola modern. Saya harap kita semua bisa saling mendukung untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” pungkas Kambuaya.
Gaya Bunglon ala John Herdman Jadi Harapan Baru Timnas Indonesia
John Herdman datang membawa pendekatan yang berbeda: fleksibilitas. Herdman bukan sosok yang terikat pada satu pakem permainan.
VIVA.co.id
7 Januari 2026
https://worldnutritionjournal.org/index.php/wn/user/getInterests?term=44742019229&o2x=E2D7iAiq