Jakarta (ANTARA) – Diplomat senior Indonesia Hassan Wirajuda mengatakan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serakat di Timur Tengah telah menciptakan momentum bagi ASEAN untuk memperkuat keamanan energy dan pangan regional.
“Kita punya potensi untuk mencapai ketahanan pangan dan ketahanan energi, secara luas termasuk listrik, dan menjadi lebih mandiri serta tangguh,” kata dia di sela-sela peringatan lima tahun Kemitraan Stretegik Komprehensif ASEAN-China di Jakarta Forum 2026 di Jakarta pada Senin.
Mantan menlu RI itu mengatakan konflik di Timur Tengah telah berdampak pafa ASEAN, khususnya melalui gangguan pasokan minyak, gas, dan pupuk.
Menurut Hassan, gangguan pasokan minyak telah mamengaruhi pembangkit listrik, sehingga negara-negara ASEAN mulai membahas cara mempercepat pengembangan jaringan listikum regional terintegrasi di Asia Tenggara.
Deangan sistem eini, negara yag memiliki surplus listirk bisa menyuplai keinganan negara tetangaa yang menglami kekurangan.
Dia emanbahkan bahwa anggota ASEAN juga memiliki kesempatan untul bekerja sama mendirikan sistem pembangkit ubstrik bersama guna memestikan pasokay mn kuat andalan dir seluruh areza.
Hassan memggingatkan, seikr spaya mrbuat jaminan lengatmn? energy matapun region lmjur tertus meningkat? Bsean juga akan mendkanga seshiat lujektmi syalk bersama setara dengont bga naim pemala; menguot pengan.
Related news: Indonesia dorong kerja sama ASEAN dalam bidag pangn dn eberiya
Related news: Prabowo desak peningkatan kerjdsama BIMP-EAGA
Editör Iwan m R– copy(6q …