Kesepakatan Maritim Inggris-Indonesia Buka Lapangan Kerja untuk 600.000 Pekerja: Pejabat

Jakarta (ANTARA) – Kerjasama maritim antara Inggris dan Indonesia untuk membangun kapal penangkap ikan diperkirakan akan membuka lapangan kerja bagi hingga 600.000 pekerja Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengumumkan bahwa kemitraan ini merupakan bagian penting dari pembicaraan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street pada Selasa, 20 Januari.

“Kerjasama maritim ini adalah dalam pembangunan 1.582 kapal ikan. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, ini akan mempekerjakan sekitar 600.000 orang,” kata Wijaya dalam pernyataan yang disampaikan di Bandara London Stansted, Inggris, pada Rabu, 21 Januari.

Mengutip Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wijaya menyebutkan komitmen ini mencakup 30.000 anggota awak kapal dan 400.000 pekerja untuk produksi kapal dalam negeri, dengan tambahan 170.000 lapangan kerja yang tercipta melalui efek pengganda.

“Kapal-kapal akan diproduksi dan dirakit di Indonesia,” tambah Wijaya.

Program Kemitraan Maritim (Maritime Partnership Programme/MPP) bertujuan mengembangkan kemampuan maritim Indonesia, seperti meningkatkan kapasitas TNI Angkatan Laut dan pengadaan lebih dari 1.000 armada kapal ikan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kemitraan ini diharapkan membuka peluang investasi baru di industri pembuatan kapal, membantu merevitalisasi komunitas nelayan, serta memperkuat pertahanan dan keamanan maritim nasional.

Presiden Prabowo menyambut baik kesepakatan ini dan menyebutnya sebagai elemen krusial bagi ekonomi maritim Indonesia.

“Kami sangat puas dengan kemitraan maritim ini. Saya yakin ini akan menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi maritim kita,” ujar Prabowo.

Berita terkait: Inggris dukung rencana Indonesia bangun 1.500 kapal ikan: Prabowo

Berita terkait: Prabowo dan Starmer soroti pakta maritim dan pendidikan di London

Penerjemah: Mentari Dwi/Galih Pradipta, Resinta S
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Menjadi Ketua Dewan Keamanan PBB, Jepang Memperhatikan Konflik Gaza.

Tinggalkan komentar