Kepolisian SAR Perluas Pencarian Wisatawan Spanyol Korban Kapal Labuan Bajo

Kupang, Nusa Tenggara Timur (ANTARA) – Tim gabungan pencarian dan penyelamatan memutuskan untuk memperpanjang pencarian korban kapal Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian ini mengakibatkan empat turis asal Spanyol hilang.

“Kami melanjutkan pencarian korban. Pencarian kami perpanjang lagi untuk tiga hari kedepan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere yang juga Koordinator Misi SAR (SMC), Fathur Rahman, pada Minggu.

Pernyataan itu ia sampaikan saat ditanya perkembangan pencarian empat warga negara Spanyol yang hilang sejak pekan lalu setelah kapal Putri Sakinah tenggelam.

Keempat orang yang hilang tersebut termasuk pelatih wanita Valencia FC beserta ketiga anaknya.

Pencarian telah berlangsung selama 10 hari setelah sebelumnya diperpanjang dari tanggal 2 hingga 4 Januari 2026.

Selama 10 hari pencarian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR, Ditpolair Polda NTT, TNI AL, Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan pihak terkait lain berhasil menemukan jenazah dua korban yang hilang.

Korban pertama yang ditemukan adalah anak berusia 12 tahun, putra dari pelatih Valencia tersebut. Sementara korban kedua yang ditemukan tewas pada hari Minggu adalah Martin Carreras Fernando, seorang pelatih di tim sepak bola wanita Valencia B asal Spanyol.

Rahman mengatakan bahwa pencarian dua korban lainnya diperpanjang setelah tim SAR gabungan menemukan jenazah tersebut pada Minggu.

Setelah penemuan satu korban pagi ini, ada indikasi kemungkinan ditemukannya korban lain, sehingga pencarian diputuskan diperpanjang tiga hari.

“Dengan ditemukannya satu korban pagi ini, ada tanda-tanda korban lain mungkin bisa ditemukan, makanya kami perpanjang pencarian untuk tiga hari lagi,” ujarnya.

Jika dalam perpanjangan tiga hari itu tidak ada korban lain yang ditemukan, pencarian akan ditutup tetapi tetap akan dipantau.

MEMBACA  Veeva Perluas Suite Basics Seiring 100+ Biotech Adopsi Platform untuk Pertumbuhan yang Terukur

Selain itu, salah satu kendala yang dihadapi selama pencarian korban adalah kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

Pada 26 Desember 2025, enam turis Spanyol terlibat dalam tenggelamnya kapal di perairan Pulau Padar, terdiri dari Fernando, istrinya, dan keempat anak mereka.

Istrinya dan satu anak lainnya dilaporkan selamat, bersama empat awak kapal termasuk kapten kapal dan seorang pemandu wisata.

Temuan sementara mengindikasikan bahwa kapal wisata semi-phinisi tersebut mengalami gangguan mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar.

Tidak bisa bermanuver, kapal itu diterjang ombak besar, akhirnya terbalik dan tenggelam di Selat Padar.

Kondisi cuaca dan laut saat kejadian diduga memperburuk keadaan dan menghambat upaya penyelamatan diri oleh awak maupun penumpang.

Berita terkait: Turis Spanyol lain ditemukan dalam insiden tenggelamnya kapal di Labuan Bajo

Berita terkait: Polisi selidiki penyebab kecelakan kapal di Labuan Bajo

Berita terkait: Tim evakuasi temukan jenazah anak Spanyol dalam kecelakaan kapal Labuan Bajo

Penerjemah: Kornelis Kaha, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar