Kepala Lingkungan: Garda Terdepan Penanganan Bencana Menurut BPBD

Jakarta (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan para kepala kelurahan akan peran mereka sebagai garda terdepan dalam penanganan banjir di wilayah masing-masing.

“Jakarta punya peraturan yang menetapkan lurah sebagai penangung jawab bencana. Seluruh jajaran di bawahnya juga menjadi bagian dari garis depan saat bencana,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Bencana BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di lokasi banjir Jalan NIS, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Senin.

Dia menyebutkan, lurah beserta perangkat di bawahnya termasuk pengurus RT dan RW harus tetap siaga sebelum, selama, dan setelah kejadian banjir di wilayahnya.

Dalam hal ini, BPBD DKI memberikan apresiasi kepada Kelurahan Cilandak Timur atas respons cepatnya dalam menangani banjir dan membantu warga terdampak.

Hal itu tercermin dari pembuatan posko komando, lengkap dengan papan informasi yang menampilkan data warga terdampak dan bantuan yang diperlukan.

“Kami apresiasi kinerja perangkat kelurahan. Posko ini sudah dipersiapkan dengan baik dan cukup representatif,” ujar Yohan.

BPBD DKI juga telah menyiapkan tempat evakuasi dan perahu karet bagi warga terdampak banjir di Jalan NIS, Cilandak Timur.

Sebelumnya, BPBD mencatat ketinggian air banjir di Jalan NIS turun menjadi 65 sentimeter pada Senin sore, dari sebelumnya 95 sentimeter yang tercatat sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Banjir di Jalan NIS diduga disebabkan curah hujan tinggi yang membuat Sungai Krukut meluap.

Berdasarkan data BPBD DKI, jumlah warga terdampak meliputi 99 KK atau 326 jiwa di RT 09/RW 03, 149 KK atau 476 jiwa di RT 03/RW 03, serta 45 KK atau 105 jiwa di RT 13/RW 01.

Berita terkait: Risiko bencana di Jakarta Raya: banjir, gempa, tantangan perkotaan

MEMBACA  Menteri Luar Negeri Suriah al-Sharaa bertemu dengan PM Lebanon dalam upaya meningkatkan hubungan yang tegang selama ini menurut Reuters

Berita terkait: Jakarta siapkan respons bencana untuk potensi banjir rob

Penerjemah: Luthfia, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar