Rabu, 28 Januari 2026 – 19:19 WIB
Jakarta, VIVA – Aktor senior Ario Bayu membagikan kisah masa lalunya yang jarang diketahui publik. Dia mengenang pengalamannya pernah kerja di tempat pelelangan ikan, sebuah fase hidup yang kini kembali teringat.
Baca Juga:
Raam Punjabi Angkat Keponakan Luhut Jadi Komisaris Multivision Plus, Aktor Ario Bayu Jadi Dirut
Cerita ini muncul seiring keterlibatannya dalam film pendek berjudul Sepenuhnya Indonesia.
Ario Bayu mengungkapkan bahwa pengalaman bekerja di industri perikanan pernah dia jalani di usia 26 tahun. Saat itu, dia terlibat langsung dalam aktivitas di pelelangan ikan yang menuntut kedisiplinan waktu dan fisik. Rutinitas bangun pagi-pagi sekali menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya waktu itu.
Baca Juga:
Ario Bayu Unggah Foto Telanjang Dada, Komentar Menggelitik Ivan Gunawan Jadi Sorotan
“Di umur 26 pernah bergerak di industri perikanan. Jadi saya setiap jam 4 pagi nongkrong di tempat pelelangan ikan,” ungkap Ario Bayu, dalam acara Konferensi Pers Sepenuhnya Indonesia McDonald’s, di Jakarta, Rabu 28 Januari 2026.
Ario Bayu
Photo: VIVA/RIZKYA FAJARANI BAHAR
Baca Juga:
Main Film Sehidup Semati, Laura Basuki Didampingi Psikolog?
Bekerja sejak dini hari membuat Ario terbiasa lihat dinamika para nelayan, pedagang, dan pekerja lain yang saling bergantung. Aktivitas dimulai sejak pukul 4 pagi, saat hasil tangkapan laut mulai didaratkan dan dijual belikan. Pengalaman itu membentuk kedekatan emosional Ario dengan kehidupan pesisir yang penuh kerja keras dan kebersamaan.
Kenangan itu kembali muncul ketika Ario terlibat sebagai aktor dalam film pendek Sepenuhnya Indonesia. Dalam film tersebut, dia menjalani beberapa adegan yang berlatar di tempat pelelangan ikan. Salah satu adegan yang paling membekas adalah saat dia harus angkat ikan tuna dengan berat sekitar empat kilogram. Adegan tersebut langsung bawa Ario bernostalgia pada masa lalunya.
“Di scene film pendek ini ada adegan angkat tuna 4 kilo. Saya rasanya seperti menengok ke belakang, nunggu tuna sebesar ini jam 4 pagi,” tuturnya.
Bagi Ario Bayu, pelelangan ikan bukan cuma tempat transaksi ekonomi, tapi juga ruang di mana nilai-nilai bangsa tumbuh secara alami. Dia menilai kehidupan di sana mencerminkan prinsip gotong royong dan keadilan yang nyata dalam keseharian masyarakat.
“Di tempat pelelangan ikan, apa yang kita definisikan ada di sini. Mulai dari membantu, gotong royong, dan orang-orangnya nggak pernah bertengkar karena semua terdistribusi dengan adil,” jelas Ario.
Halaman Selanjutnya
Film pendek Sepenuhnya Indonesia sendiri mengangkat cerita keseharian masyarakat dengan pendekatan sinematik yang hangat dan autentik. Disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat dan melibatkan talenta lokal, film ini jadi refleksi nilai kebersamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.