Kenaikan Pangkat Letda: Bonus Rp420 Juta Berujung Sanksi PTDH

Minggu, 18 Januari 2026 – 00:12 WIB

VIVA – Kasus Bripda Muhammad Rio menarik perhatian bukan cuma karena diduga terkait militer Rusia, tapi juga karena rangkaian pelanggaran disiplin yang berujung pada pemecatan tidak hormat dari Polri.

Baca Juga:
Sosok Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia

Polda Aceh menegaskan, proses etik terhadap Bripda Rio sudah berjalan jauh hari sebelum informasi soal keterlibatannya di luar negeri muncul.

1. Identitas dan Status Terakhir di Kepolisian

Baca Juga:
Brimob Polda Aceh Digaji Rp42 Juta per Bulan Usai jadi Tentara Bayaran Rusia

Sosok Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia

Bripda Muhammad Rio adalah anggota Satuan Brimob Polda Aceh. Polisi menyatakan dia sudah dipecat tidak dengan hormat (PTDH) setelah dinyatakan melakukan desersi atau meninggalkan tugas tanpa izin pimpinanya.

Baca Juga:
Brimob Polda Aceh Bripda Rio yang Jadi Tentara Bayaran Rusia Sudah Dipecat Polri, Terjerat Kasus Perselingkuhan

Pemecatan itu diputuskan lewat Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang dilakukan secara in absentia pada Januari 2026.

2. Riwayat Pelanggaran Etik Sebelum Desersi

Menurut Polda Aceh, dugaan keterlibatan Rio dengan tentara Rusia bukan masalah satu-satunya. Sebelumnya, Rio sudah menjalani sidang KKEP atas pelanggaran kode etik profesi Polri terkait kasus perselingkuhan dan pernikahan siri.

Putusan sidang pada 14 Mei 2025 menjatuhkan sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun serta penempatan di pelayanan markas (yanma) Brimob.

3. Tidak Masuk Dinas Sejak Desember 2025

Masalah disiplinnya berlanjut ketika Rio tidak masuk dinas lagi mulai 8 Desember 2025 tanpa keterangan resmi. Ketidakhadiran ini membuat Polda Aceh melakukan pencarian ke rumah pribadi dan rumah orang tuanya.

MEMBACA  Mood bisnis yang bercak-bercak di Jepang, penurunan GDP mengaburkan waktu kenaikan BOJ oleh Reuters

Selain pencarian fisik, kepolisian juga mengirim dua kali surat panggilan sebelum akhirnya membuat Daftar Pencarian Orang (DPO).

4. Langsung Menyandang Pangkat Letda

Pada 7 Januari 2026, Rio mengirim pesan WhatsApp ke beberapa pejabat internal Satbrimob Polda Aceh, termasuk anggota Provos dan pejabat pelayanan markas. Pesannya berisi foto dan video yang menunjukkan dia sudah gabung dengan divisi tentara bayaran Rusia.

Dalam keterangan yang beredar, Rio juga diklaim menyandang pangkat setara letnan dua dalam struktur pasukan Rusia yang diikutinya.

5. Gaji Rio sebagai Tentara Bayaran

Dalam dokumentasi itu juga terlihat proses pendaftaran hingga informasi nominal gaji dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah.

Rio mengaku mendapat gaji sekitar 210 ribu rubel per bulan, yang kalau dikonversi setara Rp 42 juta. Selain gaji bulanan, Rio juga menyebut dapat bonus awal sebesar 2 juta rubel atau sekitar Rp 420 juta saat pertama kali gabung.

Halaman Selanjutnya
6. Bukti Perjalanan ke Luar Negeri

Tinggalkan komentar