Kemitraan Indonesia dan ASEAN-Japan Centre untuk Percepatan Pariwisata Kesehatan

Jakarta (ANTARA) –

Indonesia memperkuat hubungan dengan Pusat ASEAN-Jepang (AJC) untuk mengembangkan sektor wisata wellness. Tujuannya adalah menarik lebih banyak wisatawan Jepang melalui pengalaman kesehatan holistik dan kemitraan regional yang strategis.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bertemu Sekretaris Jenderal AJC Kunihiko Chris Hirabayashi di Tokyo pada Senin. Mereka membahas promosi ekosistem wellness Indonesia sebagai penggerak pertumbuhan utama industri pariwisata nasional di masa depan.

“Wisata wellness adalah arah strategis Indonesia. Kami melihat AJC sebagai mitra penting untuk memperkuat promosi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan di pasar Jepang,” kata Widiyanti dalam pernyataan resmi yang diterbitkan di Jakarta pada Selasa.

Jepang tetap menjadi pasar penting bagi Indonesia, dengan catatan kedatangan lebih dari 380.000 pada tahun 2025. Angka ini meningkat 12 persen dari tahun sebelumnya, menunjukan permintaan yang tumbuh terhadap destinasi wisata Indonesia.

Kedua pihak mendiskusikan menghidupkan kembali Lokakarya Wisata Wellness di Bali. Forum ini berfungsi sebagai platform untuk peningkatan kapasitas dan berbagi pengetahuan ahli diantara pemangku kepentingan pariwisata dari negara-negara ASEAN dan Jepang.

Selain perjalanan berfokus kesehatan, pertemuan bilateral tersebut juga menyentuh pariwisata berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Indonesia saat ini memprioritaskan pengembangan “desa wisata” untuk meningkatkan kesejahteraan lokal dan menyediakan pengalaman budaya otentik bagi pengunjung internasional.

Kolaborasi ini juga mengeksplorasi pengembangan sumber daya manusia, termasuk pertukaran praktik terbaik dan keahlian.

Kedua belah pihak berkomitmen untuk meningkatkan pertukaran antar masyarakat untuk memperdalam hubungan antara Indonesia, Jepang, dan kawasan ASEAN yang lebih luas.

Kemitraan ini bertujuan untuk mendapatkan komitmen jangka panjang bagi pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan jaringan AJC, Indonesia berharap dapat mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama untuk perjalanan holistik dan berbasis komunitas di Asia Tenggara.

MEMBACA  Puluhan Siswa MTS di Surabaya Terperangkap di Lift Hotel Saat Gladi Bersih Wisuda

Berita terkait: Strategi bertahan Bali ketika konflik global mengganggu perjalanan

Berita terkait: Indonesia dan Jepang perkuat kerja sama pariwisata dengan perjanjian baru

Berita terkait: Pariwisata Indonesia beralih ke pelancong Asia di tengah konflik Timur Tengah

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti, Martha Herlinawati Simanj
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar