Jakarta (ANTARA) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kementeriannya memprioritaskan upaya menjaga konektivitas transportasi di Sumatra tetap berfungsi pasca banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Fokus utama kami adalah memastikan konektivitas tetap terjaga untuk mendukung distribusi logistik,” ujar Purwagandhi dalam rapat dengan Komisi V DPR di Jakarta, Selasa.
Dia menyebutkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh instansi pemerintah telah diperintahkan untuk memaksimalkan mobilisasi sumber daya untuk penanganan bencana di Sumatra.
Dalam konteks ini, Kementerian Perhubungan bertanggung jawab menangani infrastruktur transportasi melalui perbaikan, peningkatan, dan rekonstruksi fasilitas serta layanan yang terdampak.
Purwagandhi menjelaskan, pada fase tanggap darurat, kementerian telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga konektivitas, termasuk survei peralatan jalan, pemulihan layanan transportasi ke daerah terpencil, dan perbaikan fasilitas pelayanan penumpang.
Distribusi logistik juga didukung melalui transportasi laut, udara, dan kereta api. Langkah-langkah ini termasuk menerapkan tarif nol rupiah dalam program tol laut dan memberikan diskon layanan pelabuhan bagi kapal yang membawa bantuan kemanusiaan.
Selain itu, kementerian telah memberdayakan taruna perhubungan untuk membantu upaya relief di lapangan, dengan 146 taruna ditugaskan di Aceh, 143 di Sumatra Utara, dan 177 di Sumatra Barat.
Untuk memperkuat respons bencana di daerah terdampak, unit pelaksana teknis dan pusat transportasi untuk layanan darat, laut, udara, dan kereta api juga telah dimobilisasi di ketiga provinsi yang dilanda banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Sebanyak 19 pesawat terbang, terdiri dari 12 pesawat tetap dan tujuh helikopter, telah ditempatkan di tujuh bandara di daerah bencana di Sumatra untuk mendukung operasi tanggap darurat dan memastikan kelancaran distribusi bantuan.
Data kementerian menunjukkan bencana merusak beberapa fasilitas transportasi, termasuk tiga terminal tipe A dan satu terminal tipe B di Aceh, satu terminal tipe A di Sumatra Utara, serta satu terminal tipe A di Sumatra Barat, dan juga beberapa bagian jalur kereta api.
Berita terkait: Pemerintah percepat perbaikan jalan trans-Sumatra yang terdampak longsor
Berita terkait: Indonesia rencanakan pemulihan tiga tahun pasca banjir mematikan di Sumatra
Penerjemah: Ahmad Muzdaffar, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026