Jakarta (ANTARA) – Kementerian Haji dan Umrah menargetkan pengiriman sekitar 600 ton rempah-rempah Indonesia untuk mendukung layanan katering bagi jemaah haji Indonesia selama ibadah haji 1447 H/2026.
Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf mengatakan volume yang direncanakan ini melebihi pengiriman tahun lalu yang sekitar 475 ton.
“Tahun lalu lebih dari 400 ton, dan tahun ini kami perkirakan sekitar 600 ton,” ujar Yusuf pada Kamis.
Dia menjelaskan, pemerintah bertujuan menyediakan katering haji yang sesuai dengan selera lidah Indonesia sekaligus memenuhi standar gizi untuk membantu menjaga kesehatan jemaah selama ibadah.
“Kami menyadari makanan adalah salah satu pilar penting kesehatan jemaah. Menunaikan haji membutuhkan ketahanan fisik yang kuat, jadi nutrisi yang tepat sangat penting,” katanya.
Untuk memastikan kualitas dan nilai gizi makanan, kementerian telah melibatkan berbagai institusi pendidikan dan ahli pangan, termasuk universitas yang berspesialisasi di ilmu pangan, sekolah perhotelan, dan institut kuliner.
“Semua langkah diambil untuk memastikan baik rasa maupun gizi memenuhi standar. Insya Allah aman, karena kami menerapkan pengawasan yang sangat ketat,” kata Yusuf.
Dia menambahkan, kementerian telah menetapkan kriteria jelas untuk kualitas makanan, termasuk ukuran porsi, standar berat, spesifikasi bahan, dan kandungan nutrisi.
Yusuf juga menekankan pentingnya meningkatkan kemasan dan penyimpanan makanan di Arab Saudi. Evaluasi tahun lalu menemukan beberapa rempah rusak karena kemasan dan kondisi penyimpanan yang tidak memadai.
“Kami pastikan tidak ada pengawet yang digunakan, karena dapat mengubah rasa dan menyebabkan makanan lebih cepat busuk,” ujarnya.
Mengenai penyedia layanan, Yusuf mencatat lebih dari sepuluh perusahaan terlibat dalam katering haji, termasuk pemasok rempah dan makanan siap santap (ready-to-eat/RTE).
Makanan RTE disiapkan khusus untuk jemaah di Arafah dan Mina, di mana distribusi makanan lebih terbatas.
Untuk jemaah lansia, pemerintah telah menyiapkan menu khusus yang lebih mudah dikonsumsi, seperti bubur dan bubur kacang hijau manis, dengan distribusi disesuaikan kondisi fisik dan kebutuhan mereka.
“Distribusinya akan tergantung situasi, agar semua jemaah bisa terlayani dengan baik,” katanya.
Berita terkait: Persiapan haji Indonesia 2026 hampir selesai: Menteri
Berita terkait: Indonesia akan bangun Kampung Haji di Mekah untuk tekan biaya ibadah
Penerjemah: Asep Firmansyah, Resinta Sulistiyandari
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026