Kementerian: Semua Penumpang dan Awak Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Sekadau

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan mengumumkan bahwa seorang pilot, seorang teknisi, dan enam penumpang di dalam helikopter Airbus H130 bernomor registrasi PK-CFX, tewas setelah pesawat tersebut jatuh di hutan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan pada Jumat bahwa helikopter itu dioperasikan oleh satu pilot, Capt. Marindra Wibowo, satu teknisi, Harun Arasyid, dan enam penumpang.

Penumpang diidentifikasi sebagai Tn. Patrick K., warga negara Malaysia; Tn. Victor T.; Tn. Charles L.; Tn. Joko C.; Tn. Fauzie O.; dan Tn. Sugito.

“Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi kecelakaan, dan berdasarkan informasi dari lapangan, seluruh penumpang dan awak dinyatakan meninggal dunia,” kata Laisa.

Kedelapan jenazah telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Pontianak untuk identifikasi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya Helicopter EC130 T2, registrasi PK-CFX.

Helikopter tersebut dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara pada rute dari helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Menurut laporan awal, pesawat lepas landas pada pukul 07.37 dan terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di atas area hutan di Kalimantan Barat pada pukul 08.39.

Pada pukul 09.15, pesawat dinyatakan hilang kontak, dan pada pukul 10.43, AirNav Indonesia mengeluarkan pemberitahuan keadaan darurat, atau DETRESFA, sesuai prosedur yang berlaku.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” tambah Laisa.

Kantor beliau, bersama AirNav Indonesia dan instansi terkait, terus berkoordinasi dengan Basarnas dan TNI AU untuk evakuasi dan penanganan lebih lanjut di lokasi.

MEMBACA  Pembangunan manusia inklusif harus mencapai penyandang disabilitas: menteri

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak berspekulasi mengenai insiden ini,” ujarnya.

Berita terkait: Basarnas temukan puing helikopter PK-CFX yang hilang di Kalbar

Berita terkait: Basarnas akan serahkan kotak hitam ATR 42 yang jatuh kepada penyelidik

Penerjemah: Muhammad Harianto, Resinta Sulistiyandari
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026