Kementerian sedang menyiapkan ketetapan untuk mengatur harga minimum benih lobster.

Kinabalu, Malaysia (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang mempersiapkan keputusan menteri untuk mengatur harga minimum benih lobster pada tingkat nelayan guna melindungi serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh kementerian pada Jumat, Kepala Biro Hukum Kementerian, Effin Martiana, mengatakan bahwa keputusan menteri saat ini sedang dalam tahap konsultasi publik.

Konsultasi publik terbaru diadakan di Cilacap, Jawa Tengah, pada 5 Februari 2024, dan bertujuan untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat dari berbagai kelompok mengenai harga minimum.

“Berdasarkan survei lapangan dan studi akademik, kementerian menetapkan harga minimum sementara sebesar Rp8.500 (sekitar US$0,54) per benih,” ungkapnya.

Martiana mengatakan bahwa harga minimum sementara ditetapkan dengan mempertimbangkan beberapa hal, termasuk biaya produksi variabel, biaya produksi tetap, dan margin keuntungan.

Sesuai dengan rancangan keputusan menteri, harga minimum akan dievaluasi setidaknya sekali dalam enam bulan atau kapan pun diperlukan.

Regulasi harga minimum benih lobster akan memberikan jaminan kepada nelayan agar mereka tidak mengalami kerugian saat menjual hasil tangkapan mereka.

Juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya benih lobster dengan memprioritaskan keberlanjutan lingkungan sambil mendukung usaha budidaya benih lobster, baik di dalam maupun luar negeri, yang berasal dari tangkapan nelayan skala kecil.

Selain rancangan keputusan menteri, kementerian saat ini sedang mempersiapkan Rancangan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Penangkapan, Budidaya, dan Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

Rancangan regulasi tersebut saat ini sedang menunggu proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Berita terkait: Indonesia mengundang investasi dalam budidaya tuna dari Turki

Berita terkait: Pergeseran dari sektor pertambangan ke sektor perikanan untuk kesejahteraan masyarakat Papua: Pemerintah

Penerjemah: Sinta Ambarwati, Raka Adji
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2024

MEMBACA  Polisi Jakarta Timur menangkap pria berusia 61 tahun atas kasus pelecehan anak