Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kementeriannya akan bertindak sebagai komite pengarah untuk Otoritas Pantai Utara Jawa (Pantura) yang baru dibentuk, yang mengawasi proyek tanggul laut raksasa di sepanjang garis pantai utara Jawa.
“Sejauh yang saya tahu, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur akan menjadi steering committee dalam hal ini,” ujarnya kepada media di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin.
Dia menekankan bahwa pemerintah membentuk Otoritas Pantura khusus untuk mengelola garis pantai utara dengan lebih efektif, termasuk melalui pelaksanaan rencana tanggul laut raksasa.
Menurut dia, lembaga baru ini akan meninjau dan menyempurnakan konsep serta ide yang ada untuk proyek tersebut dan menyesuaikannya dengan kondisi terkini.
Berita terkait: Prabowo bentuk Otoritas Pantura untuk bangun proyek tanggul laut raksasa Jawa
Proyek ini pertama kali diumumkan pada tahun 1995, dengan studi kelayakan yang dilakukan pada tahun 2020. Namun, kurang ada kemajuan signifikan hingga Presiden Prabowo Subianto menyatakannya sebagai prioritas nasional.
AHY mencatat bahwa kementeriannya dan Otoritas Pantura akan berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk mengamankan dan menyalurkan dukungan keuangan untuk inisiatif ini.
Menteri itu menyampaikan hal tersebut setelah Presiden Prabowo melantik Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf sebagai kepala Otoritas Pantura, didampingi Darwin Trisna Djajwinata dan Suhajar Diantoro sebagai wakil kepala, di istana pada Senin pagi.
Setelah upacara pelantikan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa presiden membentuk Otoritas Pantura terutama untuk membangun tanggul laut raksasa, yang diproyeksikan membentang sekitar 700 kilometer dari Banten hingga Jawa Timur.
Dia menjelaskan bahwa lembaga ini bertugas merencanakan, mengembangkan, dan mengelola proyek untuk melindungi sekitar 20 juta penduduk di sepanjang garis pantai dari penurunan muka tanah yang memburuk dan banjir rob yang berulang.
Berita terkait: Otoritas Pantura baru akan memimpin rencana tanggul laut raksasa Indonesia
Penerjemah: Fathur R, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025