Kementerian PU Siapkan 400 Pompa Air Antisipasi Fenomena ‘Godzilla El Nino’

Sabtu, 11 April 2026 – 23:50 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan kementeriannya menyiapkan sekitar 400 unit pompa air untuk mendukung pompanisasi pertanian. Ini untuk menghadapi potensi musim kemarau akibat fenomena Godzilla El Nino.

Dody mengatakan jumlah tersebut masih sementara dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan. Tujuannya agar distribusi air buat sawah bisa berjalan optimal selama musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.

"Banyak, kemarin pompa (yang disiapkan) 400 unit ya, tapi kita akan tambah terus. Jadi, sementara waktu 400 unit tapi kita akan tambah terus," kata Dody di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.

Dody menegaskan penyediaan pompa ini mempertimbangkan koordinasi dengan Kementerian Pertanian agar tidak ada tumpang tindih program. Dengan begitu, intervensi pemerintah bisa efektif dan tepat sasaran di setiap daerah, terutama sentra produksi padi.

"Karena Kementerian Pertanian juga menyiapkan barang yang sama. Jadi, kita juga enggak mau overlapping," ujarnya.

Menurut dia, pembagian peran antar kementerian jadi kunci agar masing-masing bisa fokus di wilayah kerja yang berbeda tanpa duplikasi program penyediaan pompa.

"Kita koordinasi terus, mana yang Kementerian Pertanian kerjakan, kita enggak akan kerjakan di situ. Kalau kita kerjakan di situ, Kementerian Pertanian enggak akan kerjakan di situ," jelas Dody.

Selain penyediaan pompa air, ia juga menekankan pentingnya membangun jaringan irigasi tersier. Tujuannya agar air yang dialirkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh lahan pertanian.

"Cuma kalau kami, saya minta teman-teman jangan hanya pompa air tanah, tapi juga harus dibangun jaringan irigasi tersiernya. Sehingga air yang kita alirkan itu lebih efektif dan efisien untuk mengairi sawah," ucapnya.

MEMBACA  Erdogan Mendukung Antonio Guterres dalam Perlunya Reformasi DK PBB

Dody menambahkan, dengan jaringan irigasi yang memadai, distribusi air diharapkan bisa lebih efektif dan efisien. Hal ini dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian, terutama di wilayah yang bergantung pada tadah hujan.

"Harapan kami sawah-sawah tadah hujan itu minimal bisa panen setahun dua kali. Kalau bisa tiga kali, alhamdulillah gitu," kata Dody.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya menggandeng Kementerian PU untuk memperbaiki jaringan irigasi. Langkah ini untuk menghadapi ancaman kekeringan akibat potensi El Nino ekstrem.

Langkah tersebut merupakan upaya antisipatif untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga. Ini penting di tengah risiko penurunan curah hujan yang bisa mengganggu produksi pangan nasional.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar