Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertahanan Indonesia telah mengerahkan sumber daya dari Rumah Sakit Pusat Pertahanan Nasional (RSPPN) Jenderal Soedirman untuk mendirikan pos kesehatan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Pos ini dibangun bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memberikan layanan medis yang berkualitas bagi warga di Kecamatan Manyak Payed yang mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada November lalu.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan di Jakarta pada Minggu, Satgas Bencana Alam RSPPN melaporkan bahwa fasilitas darurat ini terutama menangani warga yang menderita infeksi pernapasan, diare, sakit punggung, dan hipertensi.
“Pos kesehatan RSPPN, yang berlokasi di dalam kompleks militer Batalyon 111 Dharma Bhakti, melayani 50 hingga 100 pasien setiap harinya,” ujar Astri Kusuma Dewi, perwakilan satgas tersebut.
Dia mencatat bahwa, selain melayani pasien di pos, tim medis gabungan juga memberikan layanan bergerak dari pintu ke pintu di beberapa area terdampak, termasuk Desa Majapahit, Desa Bandar Maligai, dan Desa Rumoh.
Pendekatan ini, lanjutnya, dianggap perlu untuk memastikan layanan kesehatan menjangkau semua warga yang membutuhkan, termasuk mereka yang tidak dapat mengakses pos kesehatan.
“Kami menerapkan kedua mekanisme tersebut secara bergantian. Dengan kata lain, kami mengoperasikan pos kesehatan satu hari dan layanan bergerak di hari berikutnya,” jelasnya.
Dewi, seorang spesialis rehabilitasi medis, menambahkan bahwa pemerintah dan militer telah memastikan tim didukung dengan staf, obat-obatan, dan peralatan yang cukup agar korban bencana memiliki akses ke layanan medis yang andal.
Dia menekankan bahwa baik layanan pos maupun bergerak akan tetap tersedia hingga Aceh Tamiang pulih dari bencana mematikan yang menewaskan lebih dari 1.000 orang tersebut.
Berita terkait: Sebanyak 366 puskesmas di Aceh terdampak bencana kini beroperasi
Berita terkait: Rumah sakit Aceh Tamiang buka kembali usai banjir, tapi layanan masih terbatas
Berita terkait: Pemerintah RI kirim dokter intern, perbaiki rumah sakit di Aceh terdampak bencana
Penerjemah: Walda M, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026