Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berupaya membuat lebih banyak lagi kesepakatan kerjasama untuk memperluas revitalisasi sekolah dan memulihkan pembelajaran di Sumatra pasca banjir dan tanah longsor baru-baru ini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Jakarta pada Rabu (19/2) menyatakan, hingga tanggal 15 Februari, kementeriannya telah menandatangani pakta kerjasama revitalisasi dengan 746 sekolah dengan nilai total Rp866,5 miliar (sekitar US$51,3 juta).
Dijelaskannya, 746 sekolah tersebut terdiri dari 340 sekolah di Aceh, 210 di Sumatra Utara, dan 196 di Sumatra Barat.
“Dari 746 sekolah yang telah menandatangani perjanjian, total Rp231,7 miliar telah dicairkan, dan sisanya dalam proses,” kata Mu’ti dalam rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Dia menegaskan, kementeriannya akan mengadakan rapat koordinasi lebih lanjut dengan dinas pendidikan setempat untuk mempercepat rekonstruksi. Targetnya adalah menandatangani perjanjian revitalisasi dengan 1.204 sekolah lagi mulai minggu keempat Februari.
“Kesepakatan tambahan itu meliputi 731 sekolah di Aceh, 62 sekolah di Sumatra Barat, dan 411 sekolah di Sumatra Utara,” tambahnya.
Di luar target revitalisasi sekolah, kementerian juga memproses verifikasi dan pembuatan rekening bank untuk 13.000 guru guna menyalurkan Tunjangan Guru Khusus (TKG), yang totalnya mencapai Rp83,3 miliar.
Dia menjelaskan bahwa berbagai tunjangan untuk guru di daerah terdampak bencana tidak mewajibkan mereka memenuhi beban mengajar minimal.
Tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebelumnya dilanda banjir dan tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi pada akhir November 2025.
Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 18 Februari, bencana tersebut menelan 1.206 jiwa, sementara 138 warga masih dinyatakan hilang.
Sebelumnya, Menteri Mu’ti mencatat bahwa jumlah total sekolah yang terdampak di ketiga provinsi mencapai 4.863. Ini termasuk 3.409 sekolah dengan kerusakan ringan, 925 dengan kerusakan sedang, 437 dengan kerusakan berat, dan 92 yang memerlukan relokasi penuh.