Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia memperluas kursus dan program pelatihan vokasi untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas dan inklusif, serta mengurangi jumlah anak putus skolah di seluruh negeri.
“Kementerian menjamin hak semua warga negara atas pendidikan formal maupun non-formal,” kata Dirjen Tatang Muttaqin di Jakarta pada Sabtu.
Dia menyatakan bahwa menjamin hak atas pendidikan adalah inti dari komitmen kementerian untuk memperluas akses dan mempromosikan pembelajaran seumur hidup bagi semua rakyat Indonesia.
Muttaqin menekankan bahwa pendidikan seharusnya tidak dibatasi oleh geografi, waktu, ataupun kondisi sosial-ekonomi.
Pembelajaran jarak jauh didorong sebagai solusi adaptif dan fleksibel yang memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan teknologi.
Berita terkait: Kesepakatan vokasi Indonesia-Cina latih 10.000 tenaga terampil
Kursus dan pelatihan vokasi bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi, mengakui hasil pembelajaran, serta mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat.
Kementerian mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekolah, serta mitra strategis untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan.
Pendekatan kemitraan ini dimaksudkan untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan yang memiliki akses terbatas ke layanan pendidikan.
“Melalui program ini, kami berujuan memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal atau kehilangan haknya atas pendidikan,” ujar Muttaqin.
Dia menambahkan bahwa visi Pendidikan Berkualitas untuk Semua mendasari strategi pengembangan sumber daya manusia Indonesia, seperti tercantum dalam misi keempat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Berita terkait: Kementerian perkuat pembelajaran dukung partisipasi perempuan di STEM
Penerjemah: Hana Dewi, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026